Dalam kesempatan tersebut, Amrunur juga mengungkapkan potensi kerawanan Pilkada di NTT berdasarkan Peta Kerawanan yang dikeluarkan oleh Bawaslu RI.
“Saat ini kita masuk dalam kategori rawan tinggi saat pilkada, dengan 29 poin indikator penilaian, NTT masuk urutan 1 daerah rawan tinggi dengan 17 poin indikator penilaian”, jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Amrunur juga menyampaikan jika dalam pelaksanaan distribusi logistik nantinya sangat di perhatikan oleh Bawaslu NTT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ini Bawaslu NTT telah memberikan rekomendasi kepada lembaga pelaksana yakni KPU untuk memperhatikan faktor cuaca dalam proses distribusi Logistik.
“Berdasarkan pantauan Bawaslu, saat ini persiapan lipat surat suara dan persiapan lainnya sudah hampir selesai sehingga kami berharap faktur cuaca dapat diperhatikan”, ucapnya.
Lebih lanjut Amrunur juga mengajak media untuk menjadi pengawas jika terjadi pelanggaran pelanggaran dalam setiap tahapan Pilkada, sehingga mulai dari tahapan awal hingga Pilkada dapat berlangsung secara transparan, adil, jujur dan berintegritas.
“Pers kami harapkan turut mengawasi tahapan Pilkada 2024 melalui pengawasan partisipatif. Pers memberikan informasi dalam setiap tahapan yang sekiranya ada hal-hal yang dilanggar maupun potensi dugaan pelanggaran dalam setiap tahapan Pemilu serentak 2024″, tutup Amrunur Muhammad Darwan.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















