Politisi Gerindra Dorong Ketahanan Pangan 2025 Lewat Optimalisasi Lahan Tidur dan Sistem irigasi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 26 Maret 2025 - 05:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 148 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wakli Ketua Komisi II DPRD Provinsi NTT, Jan Piter Windy

Foto: Wakli Ketua Komisi II DPRD Provinsi NTT, Jan Piter Windy

“Terkait hal ini, kami sudah komunikasikan bersama Kementerian Pertanian RI didampingi Dinas Pertanian Provinsi NTT untuk dapat menghadirkan irigasi ke setiap lahan tidur yang ada”, sambungnya.

Ia juga mengatakan, pengoptimalan lahan tidur dengan ketersediaan irigasi juga merupakan konsentrasi bersama dengan Bupati Kupang untuk bagaimana menjadikan Kabupaten Kupang Swasembada pangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di beberapa kesempatan Pak Bupati juga ingin supaya Kabupaten Kupang itu bisa menjadi produsen pangan untuk daerah secara mandiri, ini menjadi cita cita kita bersama. Kami akan mendorong agar penyediaan air baku dapat terdistribusi sampai ke lahan lahan tidur tersebut”, ujar Jan Windy.

Lebih lanjut Jan Windy mengungkapkan jika para petani yang berada di Kabupaten Kupang juga masih memiliki keterbatasan untuk mengaplikasikan teknologi pertanian yang sudah berkembang pesat.

Dan juga pada proses produksi pertanian masih terbatas pada kemampuan mengelola luas lahan pertanian yang belum maksimal yang disebabkan oleh biaya produksi atau biaya tanam yang cukup mahal.

Dirinya berharap Pemerintah Pusat maupun Daerah dengan dukungan DPRD dapat bersinergi dengan baik dalam mengoptimalkan lahan tidur yang ada agar produktivitas petani meningkat menuju swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional.

Baca Juga :  KPU Kabupaten Kupang Gelar Sosialisasi PKPU 7 Tahun 2024 Dan PKPU 8 Tahun 2024

Berita Terkait

Komisi II DPR RI Tegaskan Larangan Pemberhentian PPPK, Perjuangkan Status PNS, dan Penuh Waktu
Nasib PPPK Terjamin, Komisi II DPR RI dan Kemendagri Beri Sinyal Positif.!!!
Pemdes Nitneo Gelontorkan Rp 20,4 Juta untuk BLT Tahap I Tahun 2026
Pemdes Sumlili Salurkan BLT Dana Desa 2026, Tekankan Kepatuhan Administrasi dan Kesehatan bagi Penerima
Sidak di SPPG Sillu: Bongkar ‘Permainan’ Supplier hingga Dugaan Mal-administrasi.!!!
Diduga Keracunan MBG, Delapan Siswa dan Seorang Guru di Takari Jalani Observasi Medis
SPPG Sillu Belum Kantongi SLHS, Dinkes: Ajukan Visitasi atau Terancam Ditutup Permanen 
Tata Kelola Dapur Amburadul, Pemkab Kupang Akhirnya “Kunci” Operasional. SPPG Sillu Ditutup Sementara.!!

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:28 WITA

Komisi II DPR RI Tegaskan Larangan Pemberhentian PPPK, Perjuangkan Status PNS, dan Penuh Waktu

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:00 WITA

Nasib PPPK Terjamin, Komisi II DPR RI dan Kemendagri Beri Sinyal Positif.!!!

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:08 WITA

Pemdes Nitneo Gelontorkan Rp 20,4 Juta untuk BLT Tahap I Tahun 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:10 WITA

Pemdes Sumlili Salurkan BLT Dana Desa 2026, Tekankan Kepatuhan Administrasi dan Kesehatan bagi Penerima

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:17 WITA

Diduga Keracunan MBG, Delapan Siswa dan Seorang Guru di Takari Jalani Observasi Medis

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:50 WITA

SPPG Sillu Belum Kantongi SLHS, Dinkes: Ajukan Visitasi atau Terancam Ditutup Permanen 

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:18 WITA

Tata Kelola Dapur Amburadul, Pemkab Kupang Akhirnya “Kunci” Operasional. SPPG Sillu Ditutup Sementara.!!

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:59 WITA

Kondisi IPAL SPPG Sillu Memprihatinkan, Dinkes Kabupaten Kupang Diduga “Cuek”

Berita Terbaru