Warga lain mengatakan, banjir yang terjadi di wilayah tersebut juga merupakan dampak dari tertutupnya selokan air di salah titik di jalan Timor Raya KM 19.
Menurutnya, ada orang yang sengaja menutup selokan untuk dibuat akses jalan bagi mobil proyek menurunkan material dan bahan bangunan.

“Kalau selokan itu tidak sengaja di tutup untuk beri akses jalan mobil antar bahan bangunan tentu tidak akan terjadi banjir. Kalau begini terus jangankan hujan lebat, hujan rintik saja pasti sudah banjir”, ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dirinya berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang melalui dinas terkait dapat segera merespon kejadian ini.
Mengingat lokasi banjir di Dusun IV Desa Oebelo yang menutupi jalan ini merupakan jalur utama penghubung ke negara Timor Leste.
“Semoga ada perhatian pemerintah, jalan ini akses satu-satunya, juga akses penghubung ke Tiles, harus ada perhatian lebih dari Pemerintah”, pungkasnya.
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















