Didaulat Jadi Ketua, George Fanggi Harap Gerakan Rakyat Miskin Jadi Lambang Perlawanan Politisi Busuk

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Maret 2024 - 03:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 379 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oelamasi, AtlasNews.ID – Komunitas Gerakan Rakyat Miskin (GRM) Kabupaten Kupang secara resmi telah dikukuhkan dan Goerge Fanggi didaulat menjadi ketua. Acara tersebut berlangsung di Pantai Sulamanda, Desa Mata Air, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, selasa (26/03/2024) malam.

Pengukuhan ini dihadiri oleh badan Pengurus dan juga anggota dengan total anggota kini mencapai ratusan orang yang tersebar di 24 Kecamatan, 94 desa se-Kabupaten Kupang.

Komunitas Gerakan Rakyat Miskin (GRM) memiliki anggota yang tergabung dari berbagai elemen masyarakat baik itu politisi, ojek, pedagang kaki lima, masyarakat sipil, akademisi dan para aktifis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya George meminta kepada badan pengurus dan juga anggota GRM untuk membangun konsolidasi sampai ke seluruh pelosok demi membangun kekuatan yang maksimal.

Didaulat Jadi Ketua, George Fanggi Harap Gerakan Rakyat Miskin Jadi Lambang Perlawanan Politisi Busuk
Foto: Goerge Fanggi saat tandatangani berita acara pembentukan Komunitas Gerakan Rakyat Miskin, selasa (26/03).

Menurut George yang juga merupakan seorang jurnalis Kabupaten Kupang, tujuan dari komunitas ini adalah untuk membentuk kekuatan dan lambang perlawanan terhadap politisi busuk yang selalu memainkan politik uang sehingga mengakibatkan rusaknya tatanan demokrasi di Kabupaten Kupang.

“Tujuan kita berkumpul bersama dan membentuk organisasi ini adalah untuk mengumpulkan kekuatan besar, membangkitkan kesadaran bersama tentang akses kekuasaan yang perlu di buka bagi kita sebagai orang miskin. Artinya kita, walaupun miskin tetapi jika kita bersatu maka kita kuat menghadapi politisi busuk yang memperoleh kekuasaan dengan uang,” tuturnya.

Dikatakan, dengan membangun kekuatan yang masif dan terstruktur secara baik, rakyat miskin bisa memperoleh akses untuk mendapatkan kesempatan menjadi anggota legislatif atau eksekutif.

George juga berpendapat jika demokrasi sesungguhnya sangat murah jika rakyat bersatu melawan politisi busuk.

“Demokrasi itu sebenarnya murah dan siapa saja bisa menjadi pemimpin, namun yang terjadi saat ini banyak sekali politisi busuk yang membodahi dan bahkan mengorbankan demokrasi dengan membeli suara rakyat. Pada akhirnya mereka (politisi) bekerja untuk keuntungan diri sendiri dan keluarga atau kroni -kroninya untuk mendapatkan modal yang dikeluarkan, sedangkan rakyat dikorbankan,” tegasnya

Goerge Fanggi juga menyoroti sejumlah anggota dewan yang telah lama duduk di kursi legislatif DPRD Kabupaten Kupang, padahal banyak sekali kader partai yang mumpuni namun karena keserakahan dan keegoisan oknum dewan, sehingga tidak memberikan ruang bagi kader lain untuk bisa mengabdi sebagai anggota dewan.

Hal tersebut ungkap Goerge telah menyebabkan tidak ada penyegaran dalam hal pembangunan, karena lembaga dewan hanya di isi oleh orang yang sama, sehingga pola pikir dalam mengawasi pembangunan tidak ada perkembangan.

Baca Juga :  Program Lais Manekat Disdukcapil Berbuah Manis. Pj. Bupati Kupang: Patut Diberi Apresiasi Tinggi

“Saya dan kalian ini semua putra putri terbaik Kabupaten Kupang terbaik namun sayang sekali, karena keterbatasan uang dan fasilitas sehingga ide brilian kita terkandas oleh mereka kaum konglomerat dan kaum borjuis yang selalu memainkan uang dalam tiap hajatan politik. Selain itu egois dan serakahnya sebagian politisi menyebabkan banyak kader politisi yang tidak mendapatkan kesempatan untuk menjadi penyambung lidah rakyat di gedung dewan,” ucap George.

Pada kesempatan tersebut ia juga mengajak seluruh rakyat Kabupaten Kupang untuk bangkit melawan politisi busuk sehingga ke depan bisa melahirkan pemimpin dari kalangan orang miskin.

“Ini adalah keresahan dan kekwatiran kita semua rakyat miskin Kabupaten Kupang sebab jika kita tidak melawan dengan mengumpulkan kekuatan massa dengan misi yang sama, maka ke depan dan bahkan anak cucu kita hanya akan menjadi penonton karena tidak memiliki kesempatan untuk berjuang di lembaga legislatif dan eksekutif karena keterbatasan materi dan fasilitas,” terangnya.

Didaulat Jadi Ketua, George Fanggi Harap Gerakan Rakyat Miskin Jadi Lambang Perlawanan Politisi Busuk
Foto: istimewa.

Komunitas GRM ini sebut George Fanggi memiliki enam tujuan utama lainnya dalam proses pembentukan yaitu, 1. Melawan politik dinasti yang ada di Kabupaten Kupang, 2. Akomodir rakyat miskin agar bisa bersuara dalam membangun ide dan gagasan, 3. Merintis jalan baru dan menciptakan budaya baru dalam politik serta koordinasi dengan semua pihak yang ada sampai akar rumput, 4. Untuk memperbaiki demokrasi dan revolusi demokrasi di Kabupaten Kupang, 5. Mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih baik dalam berpolitik, 6. Membangun aksi di lapangan yang terlepas dari politik.

“Visi kami jelas, harus ada wajah baru dalam memipin Kabupaten Kupang. Seorang anak mida yang datang bukan dari latar belakang golongan pejabat, bukan elit partai, bukan dari kalangan orang kaya tapi datang dari golongan bawah, rakyat miskin,” ujarnya.

Lebih lanjut George Fanggi mengatakan, tren politik dinasti di Kabupaten Kupang sendiri telah nyata terlihat yang dijalankan oleh sekelompok orang yang masih terkait hubungan keluarga. Dinasti politik ini lebih identik dengan kerajaan bukan dalam bentuk pemerintahan.

“Tren politik ini sudah lama ada di Kabupaten Kupang sebagai gejala neopatrimonialistik. Benihnya sudah lama berakar dan telah jadi sistim patrimonial yang mengutamakan regenerasi politik berdasarkan ikatan genealogis,” jelasnya.

“Kita lihat saja saat ini, kepala dinas atau pemangku kepentingan lainnya, datang dari keluarga pemimpin itu sendiri. Tidak pandang mampu atau tidak yang penting mau kerja dan sebagai bahan balas jasa. Atau saat pemilu kemarin, terdapat caleg yang berasal dari 1 keluarga sehingga akan ada indikasi terjadinya praktek korupsi akibat dari Politik Dinasti,” tutupnya.

Baca Juga :  Penyidik Reskrim Polres Kupang Limpahkan 2 Tersangka Perusak Baliho Desa Oelpuah Ke Kejaksaan

Berita Terkait

Yohanis Mase Buka Suara: “Pansus LKPJ dan Reses Tetap Jalan, Tak Ada Anggaran Ganda!”
Bayar Pajak Lebih Mudah, Perlindungan Lebih Pasti, Jasa Raharja Dukung Transformasi Layanan Publik
Lagi, Hendrikus Djawa Ditetapkan Sebagai Tersangka: Kini Terjerat Kasus ITE di Polda NTT
Pakar Hukum Soroti Tumpang Tindih Pansus LKPJ dan Reses: “Sah Prosedural, Cacat Tujuan”
Dugaan Anggaran Ganda, Pelaksanaan Reses dan Pansus LKPJ di DPRD Kabupaten Kupang Dipertanyakan
DPRD Kabupaten Kupang Gelar Sidang di Masa Reses, Sah Secara Aturan?
5 Desa di Kupang Barat Belum Tetapkan APBDes, Pemerintah Kecamatan Siapkan Surat Peringatan
BPD dan Pemerintah Desa Tablolong Tetapkan APBDes 2026 Melalui Musyawarah

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 22:04 WITA

Yohanis Mase Buka Suara: “Pansus LKPJ dan Reses Tetap Jalan, Tak Ada Anggaran Ganda!”

Sabtu, 18 April 2026 - 21:08 WITA

Bayar Pajak Lebih Mudah, Perlindungan Lebih Pasti, Jasa Raharja Dukung Transformasi Layanan Publik

Sabtu, 18 April 2026 - 10:39 WITA

Lagi, Hendrikus Djawa Ditetapkan Sebagai Tersangka: Kini Terjerat Kasus ITE di Polda NTT

Sabtu, 18 April 2026 - 10:23 WITA

Pakar Hukum Soroti Tumpang Tindih Pansus LKPJ dan Reses: “Sah Prosedural, Cacat Tujuan”

Sabtu, 18 April 2026 - 06:55 WITA

Dugaan Anggaran Ganda, Pelaksanaan Reses dan Pansus LKPJ di DPRD Kabupaten Kupang Dipertanyakan

Kamis, 16 April 2026 - 11:31 WITA

5 Desa di Kupang Barat Belum Tetapkan APBDes, Pemerintah Kecamatan Siapkan Surat Peringatan

Kamis, 16 April 2026 - 11:18 WITA

BPD dan Pemerintah Desa Tablolong Tetapkan APBDes 2026 Melalui Musyawarah

Kamis, 16 April 2026 - 10:30 WITA

Sikapi Polemik Kadus ‘Aktif’ Meski Purna Tugas, Camat Fatuleu Akan Segera Audit Administrasi Desa Tolnaku

Berita Terbaru