Selokan Tertutup Tanah Jadi Penyebab Banjir KM 19 Desa Oebelo! Warga Mengeluh

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 Januari 2025 - 13:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 294 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oelamasi, AtlasNews. ID – Warga Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, mengeluhkan adanya selokan yang tertimbun material tanah jadi penyebab banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Keluhan itu di sampaikan langsung oleh salah satu warga desa Oebelo yang juga merupakan pelaku usaha penjual garam industri rumahan.

Petronella Pah, warga RT 019/ RW 008, Dusun IV, kepada media saat ditemui pada Selasa (21/01/2025) siang, mengatakan banjir yang melanda pada sabtu lalu diakibatkan oleh buruknya saluran irigasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut diperparah dengan adanya penumpukan material yang dibawah dan di sekitar jembatan penghubung desa Tanah Merah dan Desa Oebelo yang berlokasi di KM 19 Jl. Timor Raya.

“Kalau hujan air tidak bisa mengalir dengan baik karena terhambat material lain seperti sampah dan potongan kayu, imbasnya mengalir ke jalan dan menggenangi rumah warga di sekitar sini”, ujarnya.

Ia mengungkapkan jika sudah terjadi banjir aktifitas nya sebagai penjual garam industri di desa Oebelo terganggu.

“Kalau sudah hujan, saya sudah tidak jualan garam, karna tidak ada lagi konsumen yang ingin berhenti untuk membeli dagangan kami”, jelasnya.

Selain itu, jika hujan deras menguyur dan banjir besar juga mengakibatkan garam jualannya terendam air sehingga dirinya merugi dengan total kerugian hingga ratusan ribu.

Baca Juga :  Pemdes Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026. Wujud Transparansi dan Keterbukaan Anggaran 

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tampik Tuduhan Anggaran Ganda, Reses dan Pansus LKPJ
Imbas Pemotongan Dana Desa, KPM BLT di Oebelo Dipangkas Drastis Menjadi 15 Orang
Gagal Selesaikan LPJ, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Dinonaktifkan Sementara
Pemdes Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026. Wujud Transparansi dan Keterbukaan Anggaran 
310 Siswa SMP Negeri 1 Kupang Tengah Jalani Ujian Sekolah Berbasis Online.
Yohanis Mase Buka Suara: “Pansus LKPJ dan Reses Tetap Jalan, Tak Ada Anggaran Ganda!”
Bayar Pajak Lebih Mudah, Perlindungan Lebih Pasti, Jasa Raharja Dukung Transformasi Layanan Publik
Lagi, Hendrikus Djawa Ditetapkan Sebagai Tersangka: Kini Terjerat Kasus ITE di Polda NTT

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 19:44 WITA

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tampik Tuduhan Anggaran Ganda, Reses dan Pansus LKPJ

Senin, 20 April 2026 - 19:13 WITA

Imbas Pemotongan Dana Desa, KPM BLT di Oebelo Dipangkas Drastis Menjadi 15 Orang

Senin, 20 April 2026 - 18:38 WITA

Gagal Selesaikan LPJ, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Dinonaktifkan Sementara

Senin, 20 April 2026 - 10:45 WITA

Pemdes Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026. Wujud Transparansi dan Keterbukaan Anggaran 

Senin, 20 April 2026 - 10:16 WITA

310 Siswa SMP Negeri 1 Kupang Tengah Jalani Ujian Sekolah Berbasis Online.

Sabtu, 18 April 2026 - 21:08 WITA

Bayar Pajak Lebih Mudah, Perlindungan Lebih Pasti, Jasa Raharja Dukung Transformasi Layanan Publik

Sabtu, 18 April 2026 - 10:39 WITA

Lagi, Hendrikus Djawa Ditetapkan Sebagai Tersangka: Kini Terjerat Kasus ITE di Polda NTT

Sabtu, 18 April 2026 - 10:23 WITA

Pakar Hukum Soroti Tumpang Tindih Pansus LKPJ dan Reses: “Sah Prosedural, Cacat Tujuan”

Berita Terbaru