Semarak HUT RI ke-81 di Fatuleu: Desa Sillu Pamerkan Tenun Ikat Pewarna Alam dan Generasi Penenun Cilik

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 47 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mama Damaris merinci bahan-bahan alami yang digunakan dalam pembuatannya:

Warna Kuning: Menggunakan ekstrak rimpang kunyit.

Warna Hijau: Menggunakan ramuan dari daun pinang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warna Cokelat: Menggunakan rebusan kulit kayu mahoni.

Pengikat Warna Awal (Pencelupan Awal): Menggunakan rebusan kulit pohon kabesak duri untuk memperkuat penyerapan warna.

Pengikat Warna Akhir (Fiksasi): Menggunakan tawas agar warna terkunci kuat dan tidak mudah luntur.

Proses pembuatan tenun ikat pewarna alami ini memerlukan kesabaran dan keahlian tinggi. Mama Damaris mengungkapkan bahwa untuk mendapatkan tingkat kematangan warna yang diinginkan, benang tidak cukup dicelup sekali saja.

“Untuk mendapatkan hasil dan warna yang bagus, itu bukan cuma satu kali pencelupan, tetapi harus sampai 10 kali pencelupan. Di setiap pencelupan ada jeda waktu dan pengeringan. Keseluruhan proses dari awal sampai jadi membutuhkan waktu sekitar satu bulan,” jelas Mama Damaris.

Produk yang dihasilkan berupa selendang dan kain tenun dengan variasi ukuran seperti 20 x 150 cm dan 30 x 150 cm.

Baca Juga :  Bupati Kupang Tegaskan Keterlambatan Gaji PPPK Masalah Nasional, Bantah Tudingan Pengalihan Anggaran

Berita Terkait

Ukir Sejarah Baru! Duet Yos Lede – Aurum Titu Eki Sambangi 24 Kecamatan dalam Marathon Road Show Kemerdekaan
Jasa Raharja NTT Salurkan Santunan Rp12,55 Miliar Sepanjang Semester I 2026
Demi Suksesnya HUT ke-81 RI di Fatuleu: Warga Desa Sillu Ikhlas Pinjamkan Lahan.!!!
Wajah Baru Perayaan Kemerdekaan di Tapal Batas: DPRD Kabupaten Kupang Beri Apresiasi Tinggi untuk Gebrakan Bupati Yosef Lede
Semarak HUT RI ke-81, Pemerintah Kecamatan Takari Gelar Pesta Rakyat dan Aneka Lomba
Wamenhub dan Dirut Jasa Raharja Tinjau Penanganan Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di RS PHC Surabaya
Tegaskan Tidak Pernah Tolak Pengukuran Lahan di Bakusain, Sebut Pemberitaan Sepihak Merusak Marwah Keluarga Lani
Apresiasi Kinerja Camat Kupang Barat, Bupati Yosef Lede: Dedikasi Tanpa Mengenal Waktu

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:14 WITA

Ukir Sejarah Baru! Duet Yos Lede – Aurum Titu Eki Sambangi 24 Kecamatan dalam Marathon Road Show Kemerdekaan

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:46 WITA

Jasa Raharja NTT Salurkan Santunan Rp12,55 Miliar Sepanjang Semester I 2026

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:52 WITA

Demi Suksesnya HUT ke-81 RI di Fatuleu: Warga Desa Sillu Ikhlas Pinjamkan Lahan.!!!

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:45 WITA

Semarak HUT RI ke-81 di Fatuleu: Desa Sillu Pamerkan Tenun Ikat Pewarna Alam dan Generasi Penenun Cilik

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:41 WITA

Wajah Baru Perayaan Kemerdekaan di Tapal Batas: DPRD Kabupaten Kupang Beri Apresiasi Tinggi untuk Gebrakan Bupati Yosef Lede

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:55 WITA

Wamenhub dan Dirut Jasa Raharja Tinjau Penanganan Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di RS PHC Surabaya

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:49 WITA

Tegaskan Tidak Pernah Tolak Pengukuran Lahan di Bakusain, Sebut Pemberitaan Sepihak Merusak Marwah Keluarga Lani

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:26 WITA

Apresiasi Kinerja Camat Kupang Barat, Bupati Yosef Lede: Dedikasi Tanpa Mengenal Waktu

Berita Terbaru