Semarak HUT RI ke-81 di Fatuleu: Desa Sillu Pamerkan Tenun Ikat Pewarna Alam dan Generasi Penenun Cilik

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 85 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mama Damaris merinci bahan-bahan alami yang digunakan dalam pembuatannya:

Warna Kuning: Menggunakan ekstrak rimpang kunyit.

Warna Hijau: Menggunakan ramuan dari daun pinang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warna Cokelat: Menggunakan rebusan kulit kayu mahoni.

Pengikat Warna Awal (Pencelupan Awal): Menggunakan rebusan kulit pohon kabesak duri untuk memperkuat penyerapan warna.

Pengikat Warna Akhir (Fiksasi): Menggunakan tawas agar warna terkunci kuat dan tidak mudah luntur.

Proses pembuatan tenun ikat pewarna alami ini memerlukan kesabaran dan keahlian tinggi. Mama Damaris mengungkapkan bahwa untuk mendapatkan tingkat kematangan warna yang diinginkan, benang tidak cukup dicelup sekali saja.

“Untuk mendapatkan hasil dan warna yang bagus, itu bukan cuma satu kali pencelupan, tetapi harus sampai 10 kali pencelupan. Di setiap pencelupan ada jeda waktu dan pengeringan. Keseluruhan proses dari awal sampai jadi membutuhkan waktu sekitar satu bulan,” jelas Mama Damaris.

Produk yang dihasilkan berupa selendang dan kain tenun dengan variasi ukuran seperti 20 x 150 cm dan 30 x 150 cm.

Baca Juga :  Update Terkini: 21 Tim Siap Ramaikan Prosesi Paskah Pemuda Kabupaten Kupang 2026

Berita Terkait

Sinergi Lintas Sektor Dekatkan Akses Kesehatan, RSP Amfoang Gelar Baksos Selama 3 Hari
Impian Jadi Nyata! Jan Pieter Windy dan Partai Gerindra Hadirkan Alat Musik Baru untuk Drumband Rajawali Camplong
Gerindra Volly Cup 1 Resmi Dibuka: Jadi Wadah Jaring Bibit Atlet hingga Penggerak UMKM di Kabupaten Kupang
Gebrakan Ekonomi dari Lapangan Voli: 67 Stan UMKM Meriahkan Gerindra Cup I di Fatuleu
Proyek ‘Mangkrak’ di Fatukanutu: Kandang Babi Terbengkalai, Kades Mengaku Tak Tahu!
Dinilai Cacat Hukum dan Berat Sebelah, Warga Desa Enolanan Desak Pilkades Ditunda!
Mengabdi Tanpa Sekat: Zeda Giri Serukan Perubahan dan Kemandirian Desa Baumata Lewat Transparansi Total
30 Tim Siap Berlaga di Turnamen Voli Gerindra Cup, Total Hadiah Rp100 Juta!

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 22:53 WITA

Sinergi Lintas Sektor Dekatkan Akses Kesehatan, RSP Amfoang Gelar Baksos Selama 3 Hari

Rabu, 23 September 2026 - 10:16 WITA

Impian Jadi Nyata! Jan Pieter Windy dan Partai Gerindra Hadirkan Alat Musik Baru untuk Drumband Rajawali Camplong

Selasa, 22 September 2026 - 10:57 WITA

Gerindra Volly Cup 1 Resmi Dibuka: Jadi Wadah Jaring Bibit Atlet hingga Penggerak UMKM di Kabupaten Kupang

Selasa, 22 September 2026 - 10:51 WITA

Gebrakan Ekonomi dari Lapangan Voli: 67 Stan UMKM Meriahkan Gerindra Cup I di Fatuleu

Selasa, 22 September 2026 - 06:33 WITA

Dinilai Cacat Hukum dan Berat Sebelah, Warga Desa Enolanan Desak Pilkades Ditunda!

Senin, 21 September 2026 - 16:46 WITA

Mengabdi Tanpa Sekat: Zeda Giri Serukan Perubahan dan Kemandirian Desa Baumata Lewat Transparansi Total

Senin, 21 September 2026 - 10:50 WITA

30 Tim Siap Berlaga di Turnamen Voli Gerindra Cup, Total Hadiah Rp100 Juta!

Minggu, 20 September 2026 - 11:21 WITA

Kades Kuanheun Cup V Memanas: Tuan Rumah dan Tim Legendaris Tersingkir, 16 Tim Terbaik Siap Sikut Berebut Takhta!

Berita Terbaru