Sebagai putra daerah Sillu, pihaknya kerap mendapat sejumlah laporan dan keluhan dari warga sekitar terkait aktivitas dapur.
Ini semakin menguatkan dugaan jika dapur SPPG Sillu beroperasi tanpa standar operasional yang berlaku sesuai petunjuk teknis BGN dan terkesan melenceng dari regulasi.
Dapur Diduga Jadi Tempat Miras dan Karaoke
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih jauh, sumber tepercaya yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan adanya aktivitas yang jauh dari prinsip operasional pelayanan gizi di lokasi tersebut. Dapur yang seharusnya steril dan terjaga, justru kerap menjadi tempat pesta minuman keras (miras) dan karaoke.
“Kadang mereka mabuk-mabuk di dapur, habis itu karaoke. Terlalu ribut. Pernah kejadian dapur dilempar warga karena tidak nyaman lagi. Kalau bapak tidak percaya, silakan tanya RT atau warga sekitar,” ujar sumber tersebut.
Reaksi Keras Pengelola
Saat dikonfirmasi mengenai isu miring tersebut usai evaluasi bersama camat Fatuleu, Wiliam selaku pengelola SPPG, memberikan respons defensif. Alih-alih memberikan klarifikasi atau penjelasan mengenai langkah perbaikan internal, ia justru melontarkan tantangan kepada jurnalis.
“Kalau Bapak bilang informasi, kapan kejadiannya? Siapa yang beri tahu miras-miras atau jangan sampai lempar isu,” tantang Wiliam.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















