Tanpa Koordinasi, Pemasangan Baliho Ormas Pelita Prabu Tuai Kritik Pemdes Tolnaku

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 Januari 2025 - 09:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 487 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: DPC Pelita Prabu Tingkat Kecamatan Fatuleu.

Foto: DPC Pelita Prabu Tingkat Kecamatan Fatuleu.

Terkait pembatalan baliho, pihak Ormas Pelita Prabu merasa kecewa karena mereka telah mengeluarkan biaya sekitar 60 ribu rupiah untuk persiapan baliho tersebut. Namun, mereka mengaku tidak menyangka bahwa pemerintah desa belum mengetahui program yang mereka jalankan.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang jelas dan transparansi dalam setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Pemerintah Desa Tolnaku menegaskan bahwa mereka akan terus berpegang pada prosedur yang berlaku dan memastikan setiap kegiatan yang dilakukan Ormas di wilayahnya dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tanpa Koordinasi, Pemasangan Baliho Ormas Pelita Prabu Tuai Kritik Pemdes Tolnaku
Foto: Sekertaris Desa Tolnaku, Jemi Yanrey Bait.

Sebagai langkah untuk meredakan ketegangan, Sekretaris Desa Tolnaku mengajak pihak Ormas Pelita Prabu untuk melakukan dialog langsung guna menyelesaikan masalah ini dengan cara yang lebih baik.

“Kami terbuka untuk berdiskusi. Jika memang ada ketidaksepahaman, mari kita selesaikan dengan komunikasi yang baik, bukan hanya lewat telepon”, tegas Jemi.

Pemerintah Desa Tolnaku berharap dengan adanya koordinasi yang lebih baik di masa depan, permasalahan serupa dapat dihindari, dan setiap kegiatan Ormas dapat berjalan dengan lancar tanpa menimbulkan ketegangan di masyarakat. (*) 

Baca Juga :  DLH Kabupaten Kupang Gelar Jalan Sehat Sembari Giat Bersih Bersih Sampah Plastik

Berita Terkait

Komisi II DPR RI Tegaskan Larangan Pemberhentian PPPK, Perjuangkan Status PNS, dan Penuh Waktu
Nasib PPPK Terjamin, Komisi II DPR RI dan Kemendagri Beri Sinyal Positif.!!!
Pemdes Nitneo Gelontorkan Rp 20,4 Juta untuk BLT Tahap I Tahun 2026
Pemdes Sumlili Salurkan BLT Dana Desa 2026, Tekankan Kepatuhan Administrasi dan Kesehatan bagi Penerima
Sidak di SPPG Sillu: Bongkar ‘Permainan’ Supplier hingga Dugaan Mal-administrasi.!!!
Diduga Keracunan MBG, Delapan Siswa dan Seorang Guru di Takari Jalani Observasi Medis
SPPG Sillu Belum Kantongi SLHS, Dinkes: Ajukan Visitasi atau Terancam Ditutup Permanen 
Tata Kelola Dapur Amburadul, Pemkab Kupang Akhirnya “Kunci” Operasional. SPPG Sillu Ditutup Sementara.!!

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:28 WITA

Komisi II DPR RI Tegaskan Larangan Pemberhentian PPPK, Perjuangkan Status PNS, dan Penuh Waktu

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:00 WITA

Nasib PPPK Terjamin, Komisi II DPR RI dan Kemendagri Beri Sinyal Positif.!!!

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:08 WITA

Pemdes Nitneo Gelontorkan Rp 20,4 Juta untuk BLT Tahap I Tahun 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:10 WITA

Pemdes Sumlili Salurkan BLT Dana Desa 2026, Tekankan Kepatuhan Administrasi dan Kesehatan bagi Penerima

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:17 WITA

Diduga Keracunan MBG, Delapan Siswa dan Seorang Guru di Takari Jalani Observasi Medis

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:50 WITA

SPPG Sillu Belum Kantongi SLHS, Dinkes: Ajukan Visitasi atau Terancam Ditutup Permanen 

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:18 WITA

Tata Kelola Dapur Amburadul, Pemkab Kupang Akhirnya “Kunci” Operasional. SPPG Sillu Ditutup Sementara.!!

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:59 WITA

Kondisi IPAL SPPG Sillu Memprihatinkan, Dinkes Kabupaten Kupang Diduga “Cuek”

Berita Terbaru