Terkait pembatalan baliho, pihak Ormas Pelita Prabu merasa kecewa karena mereka telah mengeluarkan biaya sekitar 60 ribu rupiah untuk persiapan baliho tersebut. Namun, mereka mengaku tidak menyangka bahwa pemerintah desa belum mengetahui program yang mereka jalankan.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang jelas dan transparansi dalam setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Pemerintah Desa Tolnaku menegaskan bahwa mereka akan terus berpegang pada prosedur yang berlaku dan memastikan setiap kegiatan yang dilakukan Ormas di wilayahnya dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai langkah untuk meredakan ketegangan, Sekretaris Desa Tolnaku mengajak pihak Ormas Pelita Prabu untuk melakukan dialog langsung guna menyelesaikan masalah ini dengan cara yang lebih baik.
“Kami terbuka untuk berdiskusi. Jika memang ada ketidaksepahaman, mari kita selesaikan dengan komunikasi yang baik, bukan hanya lewat telepon”, tegas Jemi.
Pemerintah Desa Tolnaku berharap dengan adanya koordinasi yang lebih baik di masa depan, permasalahan serupa dapat dihindari, dan setiap kegiatan Ormas dapat berjalan dengan lancar tanpa menimbulkan ketegangan di masyarakat. (*)
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















