Peran koordinasi lintas sektor dan dukungan konkrit koordinasi lintas sektor diharapkan dapat dalam mengatasi tantangan dan masalah terkait kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Kupang.
“Percepatan penurunan kasus kematian ibu, bayi baru lahir dan anak di Kabupaten Kupang membutuhkan upaya panjang yang terus menerus dan berkelanjutan dari sektor kesehatan, sektor terkait, masyarakat, mitra pembangunan termasuk komunitas media”, ungkap dr. Vama.
“Termasuk identifikasi issue prioritas, intervensi sebagai kunci yang tertuang dalam perencanaan dan penganggaran daerah yang berkualitas dan terus menerus sampai target kasus kematian bisa diturunkan hingga angka minimal, terutama kasus kematian yg bisa dicegah dengan berbagai upaya”, tambahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
dr. Vama menegaskan, UNICEF sebagai salah satu agensi PBB, mempunyai mandat untuk mendukung Pemerintah Indonesia baik itu Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota. Dimanapun UNICEF bertugas, ada upaya pemenuhan hak- hak anak. Salah satu Hak anak adalah Hak unt Hidup Sehat, Tumbuh dan berkembang secara optimal di lingkungan yang sehat dan aman.
“Dukungan melalui penyusunan kebijakan, panduan teknis, perencanaan dan penganggaran kesehatan ibu dan anak, pembuatan panduan teknis, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, pencegahan penyakit dan kualitas pelayanan kesehatan dan tata laksana penyakit. UNICEF juga mendukung edukasi kesehatan melalui berbagai platform edukasi padd masyarakat melalui kemitraan dengan organisasi profesi salah satunya IBI NTT”, pungkasnya.
Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi NTT Damita Palalang, Amd., Keb., Skm., M.Hum., pada kesempatan tersebut mengatakan, angka kematian ibu dan anak tidak hanya menjadi tanggungjawab tenaga kesehatan namun, juga menjadi tanggungjawab semua pihak.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















