Bali, AtlasNews.ID – Kesalahpahaman terjadi antara anggota KIPAN A Kesatuan YONIF 900/SBW dengan sekelompok pemuda yang diduga pendatang yang berasal dari Pulau Sumba(NTT) yang menyebabkan keributan sehingga mengakibatkan Serda Steven mengalami luka robek di kepala. Keributan tersebut terjadi di lapangan Big Ball Futsal Arena, Kerobokan, Badung, Bali, rabu(07/02/2024) malam.
Kronologi kejadian berawal dari Serda Steven yang merupakan danru SMR Ton Bang KIPAN A Kesatuan YONIF 900/SBW bersama 15 orang anggotanya berangkat dari Asrama KIPAN A Kesatuan YONIF 900/SBW pada sekitar pukul 19:30 wita untuk melaksanakan pertandingan Futsal di Jln. Raya Kerobokan no 88, Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali.
Setibanya Serda Steven beserta 15 orang anggota pada pukul 20:00 wita di lapangan Futsal, kemudian Serda Steven memarkirkan sepeda motornya disamping Kanan lapangan Futsal dan kemudian langsung masuk lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa saat kemudian Serda Steven kembali keluar dari dalam lapangan ke sepeda motornya untuk mengecek Handphonya yang ketinggalan di Dasbor sepeda motor miliknya.
Selanjutnya Serda Steven bertanya kepada beberapa pemuda yang kebetulan sedang duduk didekat Sepeda Motornya.
“Apakah ada yang melihat Handphone saya yang ketinggalam di Dasbor,” tanya Serda Steven.
Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda yang merupakan salah satu terduga pelaku salah paham dan menganggap Serda Steven menuduh dirinya telah mengambil handphone milik Serda Steven, kemudian keduanya saling cekcok.
“Saya tidak takut dengan kamu,” ucap salah seorang pemuda sambil menunjuk wajah Serda Steven.
Setelah itu para pemuda tersebut pulang dan kemudian Pukul 20.30 Wita, sekelompok pemuda datang kembali ke lokasi dengan membawa masa kurang lebih sepuluh orang dan membawa senjata tajam.
Para pemuda asal sumba itu kemudian menyerang dengan melempar batu kearah anggota yang masih duduk – duduk di dalam lapangan Futsal sehingga Serda Steven terkena lemparan batu di bagian dahi dan pipi kirinya hingga luka memar dan berdarah.

Pada pukul 20.45 Wita, kelompok pemuda yang diduga merupakan pendatang asal Sumba tersebut melakukan menyerang kedua kalinya dengan membawa masa yang lebih banyak sekitar 30 orang dilengkapi dengan senjata tajam menyerang secara brutal melempar batu kearah Anggota KIPAN A Kesatuan YONIF 900/SBW yang masih berada di dalam lapangan.
Setelah selesai melakukan penyerangan, sekitar pukul 20.50 Wita, para kelompok tersebut melarikan diri ke arah selatan pusat kota.
Anggota Polsek Kuta yang tiba di tempat kejadian perkara pada pukul 20:55 wita dan langsung mengamankan situasi dan kemudian melarikan korban Serda Steven ke rumah sakit Mahendradata.
Menurut pengakuan saksi, Kamal yang sedang berjualan didekat tempat kejadian menceritakan bahwa penyerangan pertama ada sekolmpok orang yang berjumlah kurang lebih 10 orang melakukan penyerangan dengan melempari batu kepada orang -orang yang sedang bermain Futsal kemudian mereka pergi.
Kemudian beberapa aaat kemudian mereka datang kembali dan melakukan penyerangan yang ke 2 dengan membawa masa lebih banyak kurang lebih sekitar 30 orang dengan membawa senjata tajam dan tongkat kayu kemudian melakukan penyerangan kembali dengan melempari dengan batu kepada orang yang ada di dalam lapangan Futsal, kemudian mereka kabur menggunakan sepeda motor kearah selatan.
Sementara itu, Wildan yang kebetulan melewati daerah tersebut menerangkan, bahwa pada saat dirinya lewat, dirinya melihat ada kerumunan massa sekitar 30 orang yang sedang melempar batu kearah yang bermain futsal kemudian orang tersebut melarikan.
Kasus ini kemudian telah masuk dalam penyelidikan Polresta Denpasar bekerjasama dengan Denpom IX/3 Denpasar dan mengambil barang bukti berupa rekaman CCTV lapangan Big Ball Futsal Arena.



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
















