Dengan asumsi penjualan rata-rata 15.000 liter per hari, pendapatan kotor SPBU berkisar antara Rp4,5 juta per hari atau Rp120 juta hingga Rp150 juta per bulan.
Guna memperbesar margin, para pengelola SPBU mengandalkan dua strategi utama:
Peningkatan Porsi BBM Non-Subsidi: Margin BBM non-subsidi yang lebih tinggi membuat komposisi pelanggan kendaraan baru menjadi sangat vital bagi profitabilitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengembangan Non-Fuel Retail (NFR): Pemanfaatan area SPBU untuk sewa minimarket, kedai kopi, ATM center, hingga bengkel. Berbeda dengan BBM, pendapatan dari NFR bersifat fleksibel dan sepenuhnya menjadi hak pengelola.
Struktur Biaya Operasional dan Risiko Penguapan
Setiap bulannya, SPBU dihadapkan pada pos pengeluaran tetap (fixed cost) yang cukup besar, di antaranya:
Gaji Karyawan: Operasional 24 jam memerlukan 12 hingga 15 personel (operator, kasir, teknisi, dan keamanan) dengan estimasi biaya Rp40 juta–Rp50 juta per bulan.
Penerangan & Listrik Pompa: Penggunaan daya tinggi untuk pompa dan fasilitas pendukung memakan biaya Rp15 juta–Rp20 juta per bulan.
Penyusutan Fisik (Losses): Sifat alami BBM yang menguap di tangki penyimpanan menimbulkan kerugian volume berkisar 0,1% hingga 0,2% dari total pengiriman.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















