Warga Desa Bolok Tolak Pembangunan SPBE

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juli 2024 - 02:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 580 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oelamasi, AtlasNews. ID – Ratusan warga Dusun 5 RT.17/RW.08 Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT, melakukan aksi tolak pembangunan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) milik PT. Nusa Mina Gas.

Aksi ini dilakukan pada Sabtu, (13/7/2024) di lokasi pembangunan ditandai dengan memasang plang spanduk yang berisikan seruan penolakan pembangunan SPBE tersebut.

Mewakili warga Dusun 5 yang melakukan aksi ini, Yunus Lasi seorang tokoh masyarakat Desa Bolok mengatakan, aksi penolakan ini dilakukan karena, sejauh ini tidak pernah mengetahui kehadiran pembangunan SPBE.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Aksi pemasangan spanduk penolakan ini Kami lakukan, karena kami sebagai warga Dusun 5, RT.17/RW.08, Desa bolok sejauh ini tidak pernah mengetahui kehadiran rencana pembangunan SPBE ini. Bahkan perusahaan ini tidak pernah melakukan sosialisasi kepada warga di RT.17 ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, terkait penolakan ini sendiri, warga ini sendiri, telah bersurat ke pemerintah desa Bolok. Tetapi tidak pernah ditanggapi. Sedangkan surat tersebut, sudah dikirim sejak pertengahan Juni 2024.

“Kami juga sudah bersurat ke Pemdes Bolok, sejak pertengahan Juni 2024, tetapi tidak ditanggapi. Adapun isi surat tersebut terkait penolakan warga atas pembangunan SPBE di dusun V. Pasalnya, ada kawasan Kawasan Industri yang telah disiapkan Pemerintah Provinsi, tetapi SPBE kenapa kemudian SPBE tersebut  dibangun di luar Kawasan tersebut. Selain itu, gas yang akan di-isi pada SPBE nanti mengandung bahan berbahaya atau beracun (B3), sehingga dikuatirkan akan membahayakan warga setempat yang hanya berjarak 20 – 50 meter dari lokasi SPBE tersebut, dan membahayakan lingkungan sekitar ” jelasnya.

Warga Desa Bolok Tolak Pembangunan SPBE
Foto: warga desa Bolok saat melakukan aksi tolak pembangunan SPBE dengan memasang banner penolakan.

Ditambahkan, dalam surat yang ditujukan ke pemerintah Desa tersebut juga disampaikan, bahwa lokasi pembangunan SPBE tersebut, berada di dataran tinggi yang merupakan daerah penangkapan air Desa Bolok. Sehingga dikuatirkan, kehadiran SPBE tersebut, membahayakan sumber air milik warga yang hanya berjarak 50-100 meter dari lokasi SPBE dan berada di dataran rendah.

Tak hanya itu, warga sekitar juga mengkuatirkan kehadiran SPBE tersebut juga, akan mempengaruhi lahan pertanian dan lokasi peternakan yang juga berada di sekitar lokasi pembangunan SPBE tersebut yang hanya berjarak 20-200 meter.

Ia berharap, pemerintah desa, dan pihak terkait, bisa menanggapi aksi warga dan surat yang telah disampaikan. Agar SPBE tersebut bisa dibangun dikawasan industri yang telah disiapkan pemerintah. Karena jika tidak, maka baik pemukiman, maupun lahan pertanian dan peternakan warga Dusun 5  akan terancam.

Baca Juga :  Respon Cepat Pemkab Kupang, Serahkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran di 2 Desa

Hingga berita ini diturunkan, belum ada  tanggapan dari pihak PT. Nusa Mina Gas, terkait aksi tersebut. Sementara pimpinan PT. Nusa Mina Gas saat dikonfirmasi, masih berada di luar kota. (*)

Berita Terkait

Bintang Amarasi Mengamuk! Nelson Nenobais Hancurkan Pertahanan PS Kabupaten Kupang Lewat 3 Gol
Kecelakaan Maut Minibus vs Truk Fuso di Tol Terpeka: 6 Meninggal Dunia, Jasa Raharja Bergerak Cepat Berikan Santunan
Hadapi Tantangan Ekonomi 2027, Jasa Raharja Perkuat Strategi Keberlanjutan Bisnis melalui Economic Insights
Ukir Sejarah Baru! PS Kabupaten Kupang Siap Ladeni ‘Galaksi Bintang’ Tunas Muda di Babak 16 Besar LLMC III
Skuad Pincang, Mental Baja: PS Kabupaten Kupang Amankan Tiket 16 Besar LLMC III
Menelusuri ‘Kebocoran’ PAD Baumata: Kemana Aliran Retribusi Tangki Air dan Aset Desa Selama Ini?
Rp22,5 Juta Untuk Bantuan Babi: Jurus Pemkel Oenesu Dorong Peningkatan Ekonomi Warga
Sasar SPBU Matahari, Tim Pembina Samsat Sumba Timur Awasi BBM Bersubsidi dan Edukasi Pajak Kendaraan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:59 WITA

Bintang Amarasi Mengamuk! Nelson Nenobais Hancurkan Pertahanan PS Kabupaten Kupang Lewat 3 Gol

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:10 WITA

Kecelakaan Maut Minibus vs Truk Fuso di Tol Terpeka: 6 Meninggal Dunia, Jasa Raharja Bergerak Cepat Berikan Santunan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Hadapi Tantangan Ekonomi 2027, Jasa Raharja Perkuat Strategi Keberlanjutan Bisnis melalui Economic Insights

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Ukir Sejarah Baru! PS Kabupaten Kupang Siap Ladeni ‘Galaksi Bintang’ Tunas Muda di Babak 16 Besar LLMC III

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:37 WITA

Skuad Pincang, Mental Baja: PS Kabupaten Kupang Amankan Tiket 16 Besar LLMC III

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:47 WITA

Rp22,5 Juta Untuk Bantuan Babi: Jurus Pemkel Oenesu Dorong Peningkatan Ekonomi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:08 WITA

Sasar SPBU Matahari, Tim Pembina Samsat Sumba Timur Awasi BBM Bersubsidi dan Edukasi Pajak Kendaraan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:51 WITA

Perlindungan Maksimal Perangkat Desa: Kolaborasi Pemkab Kupang dan BPJS Ketenagakerjaan Berbuah Manis

Berita Terbaru