Hapernas 2024, Pj. Bupati Kupang Tanam Pohon Di Perumahan Pejuang Eks Timor Timur

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 19 Agustus 2024 - 12:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 139 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oelamasi, AtlasNews. ID – Dalam rangka memperingati Hari Perumahan Nasional (HAPERNAS ) Tahun 2024, Bupati Kupang Alexon Lumba melakukan kegiatan tanam anakan pohon di Perumahan Khusus Bantuan Presiden untuk para Pejuang Eks Timor-Timur, pada Minggu (18/08/2024) di Desa Kiumasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, NTT.

Penanaman anakan pohon tersebut juga dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, dan terhubung secara daring dengan Kementrian PUPR di IKN Nusantara, Ibukota baru RI.

Alexon Lumba dalam sambutannya saat kegiatan tersebut mengatakan, dewasa ini program-program pembangunan di seluruh Indonesia dituntut untuk berdampak positif bagi kelestarian lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, secara global masyarakat semakin cemas dengan perubahan iklim yang terjadi dan sudah berdampak di Indonesia, seperti anomali cuaca banjir, kekeringan, dan badai, yang semakin tinggi intensitasnya.

Kabupaten Kupang sendiri  juga sudah merasakan dampaknya yaitu masalah kekeringan berkepanjangan, yang menyebabkan petani kesusahan mengolah lahan pertanian.

Oleh karena itu dilanjutkan Alexon Lumba, melalui peringatan HAPERNAS Tahun 2024 yang mengambil tagline Rumah Asri, Keluarga Sehat, Pandemi Lewat, masyarakat di seluruh Kabupaten Kupang, termasuk masyarakat yang nanti mendiami Perumahan Khusus Bantuan Presiden untuk Pejuang Eks Timor-timur tersebut.

Diharapkan dengan menanam pohon produktif disekitar hunian mereka, yang akan menghasilkan sekaligus berfungsi sebagai peneduh dan penampung air tanah.

“Di beberapa daerah suhu udara kian menyengat dan mengubah perilaku petani bercocok tanam. Gelombang laut semakin tinggi sehingga nelayan takut melaut. Pemukiman di pesisir juga mulai terendam akibat kenaikan air laut, serta perubahan penggunaan lahan menjadi pemukiman dan lahan pertanian juga menyebabkan air hujan tidak langsung meresap dan lahan hijau semakin berkurang”, ujarnya.

Hapernas 2024, Pj. Bupati Kupang Tanam Pohon Di Perumahan Pejuang Eks Timor Timur
Foto: Istimewa*

“Oleh karena itu penanaman ini diharapkan dapat membantu konservasi lingkungan secara kecil, dan kepada kita semua harus juga melakukan penanaman di pekarangan rumah kita, hingga meluas ke seluruh wilayah Kabupaten Kupang”, tambah Alexon Lumba.

Alexon Lumba juga tak lupa berterima kasih kepada Presiden RI dan Direktorat Jendral Perumahan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Balai Penyediaan Perumahan Nusa Tenggara II, yang memberikan bantuan 2.100 rumah kepada Pejuang eks Timor-timur, yang diyakininya akan membantu Pemerintah Kabupaten Kupang menyelesaikan masalah relokasi penduduk baru eks Timor-timur di Kabupaten Kupang.

Pj.Bupati Kupang juga berkesempatan untuk berdialog bersama Dirjen Perumahan pada Kementrian PUPR Iwan Suprijanto, yang berada di IKN Nusantara secara online.

Baca Juga :  PIN Polio Tahun 2024, Pj. Bupati Kupang Ajak Orang Tua Beri Vaksin Kepada Anak

Secara khusus Alexon Lumba meminta kepada Kementrian PUPR untuk kembali menyalurkan bantuan perumahan stimulan swadaya di Kabupaten Kupang, yang sangat dibutuhkan masyarakat Kabupaten Kupang.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Rumah Khusus Kementrian PUPR yang diwakili Kasubdit Wilayah II Rini, Kepala Balai Pelaksana Penyedia Perumahan Nusa Tenggara II Yublina Dila Bunga, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Maksi Nenabu.

Turut hadir pula, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kupang Teldi Sanam, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Kupang Tonci Teuf, Camat Fatuleu Hendra Mooy, Perwakilan Kapolres Kupang Feri Natu , dan Warga calon penghuni rumah bantuan khusus Presiden kepada pejuang ex Timor-timur. (***) 

Berita Terkait

Komisi II DPR RI Tegaskan Larangan Pemberhentian PPPK, Perjuangkan Status PNS, dan Penuh Waktu
Nasib PPPK Terjamin, Komisi II DPR RI dan Kemendagri Beri Sinyal Positif.!!!
Pemdes Nitneo Gelontorkan Rp 20,4 Juta untuk BLT Tahap I Tahun 2026
Pemdes Sumlili Salurkan BLT Dana Desa 2026, Tekankan Kepatuhan Administrasi dan Kesehatan bagi Penerima
Sidak di SPPG Sillu: Bongkar ‘Permainan’ Supplier hingga Dugaan Mal-administrasi.!!!
Diduga Keracunan MBG, Delapan Siswa dan Seorang Guru di Takari Jalani Observasi Medis
SPPG Sillu Belum Kantongi SLHS, Dinkes: Ajukan Visitasi atau Terancam Ditutup Permanen 
Tata Kelola Dapur Amburadul, Pemkab Kupang Akhirnya “Kunci” Operasional. SPPG Sillu Ditutup Sementara.!!

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:28 WITA

Komisi II DPR RI Tegaskan Larangan Pemberhentian PPPK, Perjuangkan Status PNS, dan Penuh Waktu

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:00 WITA

Nasib PPPK Terjamin, Komisi II DPR RI dan Kemendagri Beri Sinyal Positif.!!!

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:08 WITA

Pemdes Nitneo Gelontorkan Rp 20,4 Juta untuk BLT Tahap I Tahun 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:10 WITA

Pemdes Sumlili Salurkan BLT Dana Desa 2026, Tekankan Kepatuhan Administrasi dan Kesehatan bagi Penerima

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:17 WITA

Diduga Keracunan MBG, Delapan Siswa dan Seorang Guru di Takari Jalani Observasi Medis

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:50 WITA

SPPG Sillu Belum Kantongi SLHS, Dinkes: Ajukan Visitasi atau Terancam Ditutup Permanen 

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:18 WITA

Tata Kelola Dapur Amburadul, Pemkab Kupang Akhirnya “Kunci” Operasional. SPPG Sillu Ditutup Sementara.!!

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:59 WITA

Kondisi IPAL SPPG Sillu Memprihatinkan, Dinkes Kabupaten Kupang Diduga “Cuek”

Berita Terbaru