Kupang, ATN – Menanggapi isu yang beredar luas di kalangan masyarakat mengenai operasional mesin pemanen padi (combine harvester) di Kabupaten Kupang, sesama pengelola alsintan bantuan akhirnya buka suara.
Isu yang menyebutkan bahwa combine harvester tersebut hanya digunakan untuk kepentingan bisnis pertanian segelintir orang dibantah keras oleh dua pengelola alsintan combine.
Semmy Oematan, salah satu penerima manfaat bantuan combine menyatakan bahwa pernyataan mengenai penggunaan combine sebagai alat bisnis murni tidaklah benar jika ditujukan secara keseluruhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga yang merupakan ketua Kelompok Tani (Poktan) Felistia Desa Tanah Putih juga menjelaskan bahwa penambahan luas lahan di wilayah tersebut, yang mencakup baik lahan basah maupun lahan kering, telah meningkatkan kebutuhan akan alat pertanian.
“Kalau pernyataan itu untuk keseluruhan Alsintan yang ada, itu tidak betul. Karena sekarang ini memang luasan lahan untuk Kabupaten Kupang, di zamannya Bapak Yos Lede, ada pembukaan lahan-lahan tidur, baik itu lahan basah maupun lahan kering,” ujar salah satu pengelola combine saat dikonfirmasi, Rabu (20/5/2026).
Semmy menambahkan bahwa meski pemerintah Kabupaten Kupang telah berupaya membantu kelompok tani dengan Alsintan, namun jumlahnya masih sangat terbatas.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















