Bupati Kupang Bersikap Tegas: SPPG Tablolong Terancam Ditutup Buntut Keracunan Makanan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 189 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, ATN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang menyatakan sikap tegas terkait dugaan kasus keracunan makanan yang melibatkan pihak penyelenggara Program Makanan Bergizi Gratis (SPPG) di Desa Tablolong.

Bupati Kupang menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi segala bentuk kelalaian dalam pelaksanaan program tersebut, yang berdampak langsung pada kesehatan anak-anak.

“Jadi, kalau yang namanya ada hal yang salah, kita sudah langsung cepat tindak lanjuti,” tegas Bupati Kupang, saat ditemui AtlasNews usai Rakor Lembaga Adat, Kamis(21/05/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Yosef Lede juga menyatakan jika tindakan ini tidak hanya menyasar kasus di Tablolong, melainkan akan melakukan pengawasan ketat di seluruh wilayah Kabupaten Kupang terkait implementasi program makan bergizi gratis.

Bupati Yosef Lede menegaskan bahwa evaluasi dan pemberian sanksi akan diterapkan bagi setiap SPPG yang tidak memenuhi standar prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“Kita tidak akan main-main. Manakala didapati ada SPPG nakal atau sengaja melakukan kelalaian yang berdampak pada anak-anak, sekali lagi, SPPG Tablolong saya sudah bilang hentikan, tahan, kita tutup sampai dilakukan evaluasi,” ujar Bupati Yosef Lede.

Baca Juga :  Sampaikan Pidato Perdana, Bupati Kupang Ajak DPRD Kolaborasi Wujudkan Visi Kabupaten Kupang Emas

Berita Terkait

Mengenal Kleptomania: Gangguan Kontrol Impuls yang Bukan Sekadar Aksi Kriminal
Memperkuat Sinergi, Bupati Kupang Dorong Peran Strategis Lembaga Adat dalam Pembangunan Desa
Musdes Penetapan APBDes 2026 Desa Sumlili Resmi Digelar, Tekankan Transparansi dan Kedisiplinan
Transformasi Pertanian di Kupang: Tradisional Menuju Modernisasi. Dari Era Manual Ke Era Combine
Tepis Isu Bisnis, Sesama Pengelola Combine Harvester Berikan Klarifikasi
Penyebab Keracunan Siswa SDN Onitua Belum Terungkap, Dinkes Kupang: Tunggu Hasil Lab
Perkuat Budaya Keselamatan, Jasa Raharja dan Korlantas Gandeng Komunitas Pengemudi Sosialisasikan Fitur Lapor Laka
Progres APBDes Kupang Tengah: 2 Desa Masuk Tahap Dua, Camat Yuni Padja Ingatkan Segera Selesaikan SPJ

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:30 WITA

Mengenal Kleptomania: Gangguan Kontrol Impuls yang Bukan Sekadar Aksi Kriminal

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:59 WITA

Bupati Kupang Bersikap Tegas: SPPG Tablolong Terancam Ditutup Buntut Keracunan Makanan

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:22 WITA

Memperkuat Sinergi, Bupati Kupang Dorong Peran Strategis Lembaga Adat dalam Pembangunan Desa

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:22 WITA

Musdes Penetapan APBDes 2026 Desa Sumlili Resmi Digelar, Tekankan Transparansi dan Kedisiplinan

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:38 WITA

Transformasi Pertanian di Kupang: Tradisional Menuju Modernisasi. Dari Era Manual Ke Era Combine

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:16 WITA

Penyebab Keracunan Siswa SDN Onitua Belum Terungkap, Dinkes Kupang: Tunggu Hasil Lab

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:25 WITA

Perkuat Budaya Keselamatan, Jasa Raharja dan Korlantas Gandeng Komunitas Pengemudi Sosialisasikan Fitur Lapor Laka

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:33 WITA

Progres APBDes Kupang Tengah: 2 Desa Masuk Tahap Dua, Camat Yuni Padja Ingatkan Segera Selesaikan SPJ

Berita Terbaru