KUPANG, ATN – Kabupaten Kupang selama puluhan tahun dikenal memiliki bentangan lahan pertanian yang luas dan potensial. Dari dataran Kupang Timur, hamparan sawah Sulamu, kawasan Kupang Barat hingga wilayah kepulauan Semau dan pelosok Amfoang, sektor pertanian menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat. Namun, potensi besar tersebut kerap terhambat oleh persoalan klasik, yakni minimnya alat dan mesin pertanian (alsintan).
Kelangkaan traktor, mesin pompa air, hingga combine harvester membuat proses pengolahan lahan berlangsung lambat. Tidak sedikit petani yang terlambat menanam karena harus menunggu giliran menggunakan alat, sehingga produktivitas pertanian belum mampu mencapai potensi maksimal.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kupang di bawah kepemimpinan Bupati Yosef Lede bersama Wakil Bupati Aurum Titu Eki menjadikan modernisasi pertanian sebagai salah satu agenda prioritas pembangunan daerah. Keduanya mendorong percepatan mekanisasi sebagai fondasi menuju kemandirian pangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menjawab Keluhan Petani dengan Kebijakan Nyata
Alih-alih berhenti pada wacana, Pemerintah Kabupaten Kupang melakukan langkah konkret melalui pengadaan dan distribusi alsintan secara bertahap ke berbagai sentra produksi pertanian.
Program ini diwujudkan melalui beberapa strategi utama, antara lain:
Pengadaan traktor roda dua, traktor roda empat, mesin pompa air, dan alsintan lainnya melalui dukungan APBD serta sinergi dengan pemerintah pusat.
Distribusi bantuan yang diprioritaskan bagi kelompok tani di wilayah-wilayah produktif seperti Kupang Timur, Kupang Barat, Fatuleu, Sulamu, hingga Semau.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















