“Saya kirim itu, seolah-olah saya berpihak kepada LP2TRI. Pak dong bongkar itu, lipat terus pak dong kejar itu Korinus Masneno. Nanti ujung-ujungnya itu, LP2TRI sapa pi tau Yos Lede yang seharusnya tidak tetapi kecipratan juga, ” ujar Ayub Titu Eki.
Menanggapi pernyataan Ayub, Ketua LP2TRI Hendrikus Djawa terdengar mengakui adanya kejanggalan dalam instruksi pembayaran dana Seroja melalui Bank BRI.
“Sekarang tidak masuk akal. Sekarang dia perintah Bank BRI bayar, lalu dasar dia perintah ini apa?” tanya Hendrikus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan ini menambah daftar pertanyaan publik terkait siapa sebenarnya pihak yang berwenang, alur keputusan, dan sumber perintah yang memicu tarik-ulur pencairan dana bagi korban Seroja.
Ayub: “BRI bukan rekomendasi pusat, itu pilihan pemerintah daerah”
Dalam video tersebut, Ayub turut mengungkap bahwa penyimpanan dana di Bank BRI bukan atas rekomendasi pemerintah pusat, melainkan keputusan pemerintah daerah saat dipimpin Korinus Masneno.
“BRI dipilih oleh pemerintah daerah… Korinus yang taruh di situ. Tapi dia yang buat blunder sehingga tertunda. Dan sekarang pak Yos masuk tidak pelajari baik-baik, itu dong pung urusan,” sebut Ayub.
Ia kemudian meminta LP2TRI untuk “menembak dari ujung”, sementara dirinya mengaku bergerak dari “pohon”, meski istilah tersebut tidak dijelaskan lebih lanjut. Menurut Ayup, strategi tersebut dilakukan agar “rakyat tidak dikorbankan dan daerah tidak diterlantarkan.”
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















