Dugaan Anggaran Ganda, Pelaksanaan Reses dan Pansus LKPJ di DPRD Kabupaten Kupang Dipertanyakan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 06:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 142 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Kupang, ATN Pelaksanaan agenda Reses dan Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Kabupaten Kupang yang digelar secara bersamaan kini menuai sorotan.

Langkah lembaga legislatif tersebut memicu dugaan adanya potensi pemborosan anggaran atau anggaran ganda (double budget).

Seorang sumber internal yang enggan disebutkan namanya mempertanyakan urgensi dari penggabungan dua agenda besar tersebut dalam satu waktu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, tumpang tindih jadwal ini sangat rawan disalahgunakan dari sisi pertanggungjawaban keuangan daerah.

Potensi anggaran ganda dalam kasus ini umumnya merujuk pada dua komponen utama seperti Biaya Perjalanan Dinas (SPPD) dan Uang Representasi dan operasional.

“Anggota dewan mendapatkan biaya perjalanan dinas untuk turun ke daerah pemilihan (Dapil) saat masa reses. Di saat yang sama, jika mereka melakukan peninjauan lapangan sebagai bagian dari Pansus LKPJ, maka terdapat pos anggaran serupa yang dialokasikan. Setiap kegiatan (Reses maupun Pansus) memiliki pagu anggaran masing-masing yang mencakup biaya transportasi, konsumsi, dan tunjangan lainnya. Jika dilakukan bersamaan di satu lokasi, namun dipertanggungjawabkan secara terpisah (dua kuitansi untuk satu perjalanan), hal ini masuk dalam kategori duplikasi anggaran,” ujar sumber, pada Jumat, (17/04/2026) di Desa Oebelo.

Lebih lanjut sumber mengungkapkan, secara administratif dan hukum, praktik ini memiliki risiko tinggi jika tidak dikelola dengan transparan.

Baca Juga :  Tanggapi Persoalan Desa Oebola, Ketua IKIF Minta DPRD Kabupaten Kupang Turun Tangan

Berita Terkait

Pakar Hukum Soroti Tumpang Tindih Pansus LKPJ dan Reses: “Sah Prosedural, Cacat Tujuan”
DPRD Kabupaten Kupang Gelar Sidang di Masa Reses, Sah Secara Aturan?
5 Desa di Kupang Barat Belum Tetapkan APBDes, Pemerintah Kecamatan Siapkan Surat Peringatan
BPD dan Pemerintah Desa Tablolong Tetapkan APBDes 2026 Melalui Musyawarah
Sikapi Polemik Kadus ‘Aktif’ Meski Purna Tugas, Camat Fatuleu Akan Segera Audit Administrasi Desa Tolnaku
Bukan Gertakan Sambal, Pegawai P3K di Kupang Bayar Denda KTR Usai Kedapatan Merokok
Bupati Yosef Lede Targetkan SMPN 1 Kupang Tengah Jadi Sekolah Unggulan dan Rujukan
Di Balik Suksesnya Prosesi: Sebuah Kesaksian Tentang Lelah, Air Mata, dan Kesetiaan yang Tak Putus

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 10:23 WITA

Pakar Hukum Soroti Tumpang Tindih Pansus LKPJ dan Reses: “Sah Prosedural, Cacat Tujuan”

Sabtu, 18 April 2026 - 06:55 WITA

Dugaan Anggaran Ganda, Pelaksanaan Reses dan Pansus LKPJ di DPRD Kabupaten Kupang Dipertanyakan

Jumat, 17 April 2026 - 21:48 WITA

DPRD Kabupaten Kupang Gelar Sidang di Masa Reses, Sah Secara Aturan?

Kamis, 16 April 2026 - 11:31 WITA

5 Desa di Kupang Barat Belum Tetapkan APBDes, Pemerintah Kecamatan Siapkan Surat Peringatan

Kamis, 16 April 2026 - 11:18 WITA

BPD dan Pemerintah Desa Tablolong Tetapkan APBDes 2026 Melalui Musyawarah

Rabu, 15 April 2026 - 17:08 WITA

Bukan Gertakan Sambal, Pegawai P3K di Kupang Bayar Denda KTR Usai Kedapatan Merokok

Rabu, 15 April 2026 - 12:41 WITA

Bupati Yosef Lede Targetkan SMPN 1 Kupang Tengah Jadi Sekolah Unggulan dan Rujukan

Rabu, 15 April 2026 - 12:23 WITA

Di Balik Suksesnya Prosesi: Sebuah Kesaksian Tentang Lelah, Air Mata, dan Kesetiaan yang Tak Putus

Berita Terbaru