Kajari Oelamasi Beberkan 9 Modus Penyalahgunaan Dana Desa! Apa Saja? 

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 8 Maret 2025 - 07:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 605 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

4. Pembayaran ATK tidak sesuai dengan reel cost/nota pembayaran.

5. Melakukan pungutan pajak namun hasil pungutan tidak disetorkan ke kantor pajak.

6. Melakukan pembelian inventaris desa namun digunakan secara pribadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

7. Pemotongan dana desa oleh oknum aparat desa atau kepala desa

8. Membuat perjalanan Dinas fiktif dengan memalsukan tiket penginapan/perjalanan

9. Mark up pembayaran honorarium perangkat desa.

Dari 9 Modus tersebut, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang juga mengungkapkan beberapa Faktor penyebab terjadinya korupsi di Tingkat Desa :

Pertama: Minimnya pelibatan dan pemahaman warga akan proses Pembangunan desa.

“Warga kerap dilibatkan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan Pembangunan di desa, tetapi masih terbatas. Tidak banyak warga yang memiliki kemampuan cukup untuk memahami proses Pembangunan, termasuk pemahaman anggaran di desa, hak dan kewajiban sebagai warga di desa”, jelasnya.

Kedua: Minimnya fungsi pengawasan anggaran di desa.

Lembaga seperti Badan Permusyawaratan Desa (BPD) belum sepenuhnya optimal dalam menjalankan pengawasan anggaran di desa. BPD seharusnya dapat berperan penting mencegah korupsi di desa, termasuk mendorong warga untuk Bersama-sama mengawasi Pembangunan di desa.

Ketiga: Terbatasnya akses warga terhadap informasi seperti anggaran desa.

“Sebagai contoh, publikasi hanya seputar total jumlah anggaran yang diterima desa dan total jumlah pengeluaran. Sementara rincian penggunaan tidak dipublikasikan baik secara berkala, bahkan tidak diberikan sama sekali. Terbatasnya informasi mengenai seputar akses layanan seperti ksesehatan dan Pendidikan”, jelasnya.

Keempat: Keterbatasan, kemampuan dan ketidaksiapan mereka mengelola uang dalam jumlah besar.

Kajari Oelamasi Beberkan 9 Modus Penyalahgunaan Dana Desa! Apa Saja? 
Foto: Penyampaian Materi oleh Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang, Kirenius Paulus Tacoy, S.H., M.H., saat Rakor dan Evaluasi, (05/03). 

“Korupsi di desa tidak selalu disebabkan Kepala Desa atau Perangkat Desa untuk sengaja melakukannya, tetapi dapat terjadi karena keterbatasan, kemampuan dan ketidaksiapan mereka mengelola uang dalam jumlah besar”, pungkasnya.

Dalam akhir pemaparannya, kegiatan sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas yang menyatakan bahwa:

1) Akan mengelola Dana Desa, Alokasi Dana desa, Dana Hibah, Dana Bantuan Provinsi/Kabupaten maupun Keuangan Desa lainnya secara profesional dan proporsional dan benar.

2) Bersikap jujur, transparan dan objektif serta tidak berbuat Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

3) Apabila melanggar hal-hal yang dinyatakan dalam Pakta Integritas ini saya bersedia menerima sanksi administrasi dan atau pidana.

Baca Juga :  Konsistensi Dan Komitmen Menangkan Paket Gemoy Bergema Di Konsolidasi DPD PSI 

Berita Terkait

Tekan Angka Fatalitas Kecelakaan, Jasa Raharja NTT dan Polresta Kupang Kota Gelar FGD Percepatan Penanganan Gawat Darurat
Laba Bersih Melonjak 138 Persen, Jasa Raharja Mampu Bukukan Rp2,3 Triliun pada 2025
Akhir Tahun 2026, Tiga Ruas Jalan Utama di Kupang Barat Siap Diaspal.!!!
Puluhan Tahun Dinantikan, Pembangunan Kantor Camat Kupang Barat Resmi Dimulai: Absalom Buy Apresiasi Pemkab Kupang
Menanti 53 Tahun, Gedung Kantor Camat Kupang Barat Akhirnya Dibangun Baru!
Hadir di Peletakan Batu Pertama Kantor Camat Kupang Barat, PT TOM Tegaskan Komitmen Kolaborasi dan Program CSR
CV Sharren Putri Mandiri Luncurkan ‘Kupang Emas’, Beras Premium Pertama Asli Kabupaten Kupang
Perkuat Kolaborasi, Jasa Raharja dan PMI Bangun Ekosistem Penanganan Darurat Kecelakaan Nasional

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:54 WITA

Tekan Angka Fatalitas Kecelakaan, Jasa Raharja NTT dan Polresta Kupang Kota Gelar FGD Percepatan Penanganan Gawat Darurat

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:15 WITA

Laba Bersih Melonjak 138 Persen, Jasa Raharja Mampu Bukukan Rp2,3 Triliun pada 2025

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:03 WITA

Akhir Tahun 2026, Tiga Ruas Jalan Utama di Kupang Barat Siap Diaspal.!!!

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:05 WITA

Puluhan Tahun Dinantikan, Pembangunan Kantor Camat Kupang Barat Resmi Dimulai: Absalom Buy Apresiasi Pemkab Kupang

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:56 WITA

Menanti 53 Tahun, Gedung Kantor Camat Kupang Barat Akhirnya Dibangun Baru!

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:55 WITA

CV Sharren Putri Mandiri Luncurkan ‘Kupang Emas’, Beras Premium Pertama Asli Kabupaten Kupang

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:42 WITA

Perkuat Kolaborasi, Jasa Raharja dan PMI Bangun Ekosistem Penanganan Darurat Kecelakaan Nasional

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:38 WITA

Sinergi Jasa Raharja dan Satlantas Polres Rote Ndao Luncurkan Program PPKL di SMPN 2 Rote Barat Laut

Berita Terbaru