Labuan Bajo, AtlasNews.ID – Kamar Dagang Dan Industri(KADIN) Kabupaten Manggarai Barat melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama dengan Politeknik elBajo Commodus dalam mendukung logistik tourism di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, jumat(19/01/2024).
Direktorat jendral pendidikan vokasi, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi bersama-sama dengan dukungan keuangan dari lembaga pengelola dana pendidikan(LPDP) telah meluncurkan program penguatan ekosistem kemitraan.
Pengembangan inovasi bekasi berbasis yang bertujuan untuk meningkatkan potensi daerah Nusa Tenggara Timur yang bertujuan mewujudkan keselarasan melalui kemitraan yang bersinergis untuk membangun wadah kolaborasj antara satuan pendidikan vokasi dengan pemangku kepentingan di daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam program penguatan ekosistem kemitraan ini terjadi penandatanganan MoU kerjasama antara Politeknik elBajo Commodus dengan KADIN Kabupaten Manggarai Barat yang pimpin oleh Ignasius Charles Angliwarman, S.Si.
Penandatanganan MoU ini dilaksanakan pada, jumat(19/01/2024) di ruangan meeting Politeknik elBajo Commodus.

Politeknik Pertanian Negeri Kupang selaku Ketua Konsorsium Pendidikan Tinggi Vokasi wilayah Nusa Tenggara Timur bersama Politeknik elBajo Commodus telah mengadakan Focus Group Discussion(FGD) dengan mengundang Stakeholder Pentahelix.
Adapun para Stakeholder Pentahelix yang hadir pada kegiatan tersebut yakni, KADIN Manggarai Barat, Balai Taman Nasional Komodo, Indonesian Hotel General Manager Association(IHGMA) atau Himpunan Asosiasi General Manager Hotel, Pimpinan Sudamala Resort, Kepala Sekola SMK 3 Komodo, Kepala Sekolah SMK 1 Labu Bajo, Ketua Sanggar Kope Oles Todo Kongkon Kaper, Yayasan Bintari, Seluruh Organisasi Perangkat Daerah(OPD) terkait, Media serta seluruh Alumni Politani Kupang.
Menurut Prof. Dr. Ir. Lilik Sudiajeng, M.Erg., selaku tim pakar konsorsium menyatakan, Program tersebut merupakan langkah signifikan dalam memajukan pendidikan vokasi di Nusa Tenggara Timur.
“Yang diharapkan dari kegiatan ini, adalah secara berkelanjutan akan menjadi adalah cara yang efektif untuk menarik perhatian pengambil kebijakan terhadap temuan. penelitian atau policy brief bagi pemerintah daerah dalam menghasilkan inovasi dibidang pendidikan Vokasi,” jelasnya.
Inovasi pendidikan vokasi beber Prof. Dr. Ir. Lilik Sudiajeng, M.Erg., juga dapat membangun terwujudnya indonesia yang berdaulat yang berdasarkan pada metode dan solusi yang berbasis data serta kondisi nyata dari hasil diskusi bersama Stakeholder Pentahelix.
Sementara itu, Direktur Politeknik elBajo Commodus Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si., memberi apresiasi dan ucapan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami berterima kasih dan beri apresiasi atas kepercayaan dari Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi pada Kemendikbudristek Republik Indonesia yang telah berkolaborasi bersama dengan Politeknik Pertanian Negeri Kupang sehingga dapat memungkinkan pelaksanaan program ini dapat berlangsung pada hari ini. Kami yakin program ini akan memberikan dampak dampak positif yang signifikan pada perkembangan pendidikan vokasi di daerah ini,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Kadin Manggarai Barat, Ignasius Charles Angliwarman, S.Si., dalam sambutannya, mengajak para peserta FGD untuk sukseskan program KADIN Manggarai Barat dan ALFI NTT sebagai asosiasi logistik dengan tema LOGISTIC TOURISM.
“Pariwisata di NTT khususnya Manggarai Barat adalah Pariwisata sebagai Prime Mover, atau pariwisata sebagai penggerak bidang lain. Mengingat Labuan Bajo sebagai daerah pariwisata super premium yang sangat membantu ekonomi di masyarakat sehingga kita perlu siapkan logistik lokal dari daerah yang berasal dari masyarakat dan disitu masyarakat juga akan diuntungkan secara ekonomi,” jelasnya.
Dijelaskan Charles Angliwarman, keterkaitan kebutuhan logistik dalam dunia pariwisata yang ada di Labuan Bajo harus disesuaikan dengan program yang di gaungkan Presiden Joko widodo yakni Hilirisasi.
Logistik pariwisata yang dibutuhkan tidak hanya dari luar daerah NTT saja tetapi harus mengedepankan ketersedian logistik pariwisata dari dalam daerah Manggarai Barat dan termasuk Kabupaten yang ada di sekitar.
“Ini dibutuhkan agar Suply Chain atau rantai pasok logistik pariwisata yang kita kerjakan dari daerah Labuan Bajo dapat di kerjakan secara baik, dan semua kecamatan yang ada di Labuan Bajo juga harus dilibatkan agar ekonominya berdampak dengan pariwisata tersebut,” ungkap Charles Angliwarman.
Charles Angliwarman juga menyampaikan, terkait program KADIN Manggarai Barat telah mengajukan surat kepada Kementrian Perhubungan Republik Indonesia terkait presentasi pengelolaan dan penataan salah satu bangunan yang berada di Marina Water Front City.
Atas ide tersebut, Direktur Politeknik elBajo Commodus, Prof.Dr.I Nengah Dasi Astawa,M.SI., menyatakan siap mendukung dan membantu sukseskan program dari KADIN Manggarai Barat sebab daerah Marina Water Front City yang telah dibangun oleh Presiden Jokowi saat ini kondisinya tidak begitu baik.
“Kondisi itu dapat dilihat dari banyaknya keramik lantai yang telah copot, dan tidak dirawat dengan baik. Informasi yang saya dapatkan lokasi tersebut hanya digunakan untuk tempat miras oleh anak muda dan hal negatif lainnya yang meresahkan masyarakat,” ungkapnya.
“Kami juga berharap kolaborasi ini akan berjalan dengan baik. Dan saya bangga Putra/Putri lulusan kami akan bisa bekerja disana, sekaligus bangga bahwa orang lokal kita sendiri yang bekerja dan tidak menjadi penonton didaerahnya sendiri,” tambahnya.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
















