Diakuinya, pihak keluarga sempat melakukan aksi spontan membakar ban bekas disekitar lokasi kejadian dan melakukan sweeping kepada masyarakat yang melintas.
“Memang semalam kami lakukan aksi. Aksi itu kami lakukan hanya untuk melampiaskan sakit hati kami yang menurut kami tindakan para pelaku sudah tidak bermoral. Saudara kami di hajar layaknya binatang dan hampir mati”, kata Ferry.
Lebih lanjut diungkapkan Ferry, serangan membabi buta para pelaku mengakibatkan tengkorak korban mengalami retak dan mengalami patah tulang tangan kanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu motor korban bermerek Honda Beat dengan nomor polisi DH 3903 tak luput dari tindakan keji para pelaku.
“Hasil visum korban alami retak tengkorak, tangan patah, lalu lebih brutal lagi motornya dipukul sampai hancur. Pecahan bodi motor korban masih berserakan di lokasi kejadian”, ujarnya.
Selain itu handphone milik korban ditemukan di lokasi kejadian dalam keadaan rusak dan juga yang sisa penjualan babi yang berada didalam jok motor raib digondol pelaku.
Keluarga korban berharap kasus pengeroyokan yang menimpa saudara untuk segera diselesaikan dan para pelaku segera ditangkap.
Dan berharap para pelaku diberi hukuman berat sesuai dengan hukum yang berlaku di negara Republik Indonesia.
Sebelumnya diberitakan, Kapolres Kupang AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, S.I.K., M.H melalui Kapolsek Fatuleu, Ipda David Fanggidae, membenarkan adanya laporan pengeroyokan tersebut.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















