Keluarga Korban Desak Polisi Segera Menangkap Pelaku Pengeroyokan Satpam Perumahan 2100

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 Januari 2025 - 12:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 1,934 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diakuinya, pihak keluarga sempat melakukan aksi spontan membakar ban bekas disekitar lokasi kejadian dan melakukan sweeping kepada masyarakat yang melintas.

“Memang semalam kami lakukan aksi. Aksi itu kami lakukan hanya untuk melampiaskan sakit hati kami yang menurut kami tindakan para pelaku sudah tidak bermoral. Saudara kami di hajar layaknya binatang dan hampir mati”, kata Ferry.

Lebih lanjut diungkapkan Ferry, serangan membabi buta para pelaku mengakibatkan tengkorak korban mengalami retak dan mengalami patah tulang tangan kanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu motor korban bermerek Honda Beat dengan nomor polisi DH 3903 tak luput dari tindakan keji para pelaku.

“Hasil visum korban alami retak tengkorak, tangan patah, lalu lebih brutal lagi motornya dipukul sampai hancur. Pecahan bodi motor korban masih berserakan di lokasi kejadian”, ujarnya.

Selain itu handphone milik korban ditemukan di lokasi kejadian dalam keadaan rusak dan juga yang sisa penjualan babi yang berada didalam jok motor raib digondol pelaku.

Keluarga korban berharap kasus pengeroyokan yang menimpa saudara untuk segera diselesaikan dan para pelaku segera ditangkap.

Dan berharap para pelaku diberi hukuman berat sesuai dengan hukum yang berlaku di negara Republik Indonesia.

Sebelumnya diberitakan, Kapolres Kupang AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, S.I.K., M.H melalui Kapolsek Fatuleu, Ipda David Fanggidae, membenarkan adanya laporan pengeroyokan tersebut.

Baca Juga :  Soal Polemik Bantuan Seroja: BPBD dan BRI Angkat Bicara. Berikut Penjelasannya! 

Berita Terkait

Komisi II DPR RI Tegaskan Larangan Pemberhentian PPPK, Perjuangkan Status PNS, dan Penuh Waktu
Nasib PPPK Terjamin, Komisi II DPR RI dan Kemendagri Beri Sinyal Positif.!!!
Pemdes Nitneo Gelontorkan Rp 20,4 Juta untuk BLT Tahap I Tahun 2026
Pemdes Sumlili Salurkan BLT Dana Desa 2026, Tekankan Kepatuhan Administrasi dan Kesehatan bagi Penerima
Sidak di SPPG Sillu: Bongkar ‘Permainan’ Supplier hingga Dugaan Mal-administrasi.!!!
Diduga Keracunan MBG, Delapan Siswa dan Seorang Guru di Takari Jalani Observasi Medis
SPPG Sillu Belum Kantongi SLHS, Dinkes: Ajukan Visitasi atau Terancam Ditutup Permanen 
Tata Kelola Dapur Amburadul, Pemkab Kupang Akhirnya “Kunci” Operasional. SPPG Sillu Ditutup Sementara.!!

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:28 WITA

Komisi II DPR RI Tegaskan Larangan Pemberhentian PPPK, Perjuangkan Status PNS, dan Penuh Waktu

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:00 WITA

Nasib PPPK Terjamin, Komisi II DPR RI dan Kemendagri Beri Sinyal Positif.!!!

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:08 WITA

Pemdes Nitneo Gelontorkan Rp 20,4 Juta untuk BLT Tahap I Tahun 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:10 WITA

Pemdes Sumlili Salurkan BLT Dana Desa 2026, Tekankan Kepatuhan Administrasi dan Kesehatan bagi Penerima

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:17 WITA

Diduga Keracunan MBG, Delapan Siswa dan Seorang Guru di Takari Jalani Observasi Medis

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:50 WITA

SPPG Sillu Belum Kantongi SLHS, Dinkes: Ajukan Visitasi atau Terancam Ditutup Permanen 

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:18 WITA

Tata Kelola Dapur Amburadul, Pemkab Kupang Akhirnya “Kunci” Operasional. SPPG Sillu Ditutup Sementara.!!

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:59 WITA

Kondisi IPAL SPPG Sillu Memprihatinkan, Dinkes Kabupaten Kupang Diduga “Cuek”

Berita Terbaru