Verifikasi Validasi (Verval) Daerah Belum Optimal: Proses sinkronisasi data dari tingkat desa/kelurahan hingga pemerintah pusat sering kali terkendala keterbatasan anggaran dan SDM di daerah.
Sorotan Tajam DPR RI dalam RDP Bersama BPS
Sengkarut pemutakhiran data desil ini memicu perdebatan hangat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi DPR RI terkait bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam rapat tersebut, para anggota dewan mencecar BPS mengenai metodologi pendataan Regsosek yang dinilai memicu gejolak sosial di masyarakat. Beberapa poin utama yang mengemuka dalam RDP tersebut meliputi:
Lompatan Desil yang Tidak Rasional: DPR membeberkan temuan lapangan di mana penerima KIP Kuliah atau PKH mendadak melonjak dari Desil 1 langsung ke Desil 6 atau 7 tanpa adanya peningkatan ekonomi yang nyata.
Desakan Evaluasi Variabel BPS: Anggota dewan meminta BPS meninjau ulang indikator kemiskinan agar lebih relevan dengan kondisi riil masyarakat, terutama di tengah tingginya biaya hidup dan inflasi bahan pokok.
Mekanisme Sanggah yang Cepat: DPR mendesak BPS dan kementerian terkait untuk menyediakan kanal pengaduan dan appeal system bagi warga yang status desilnya melonjak agar proses koreksi data tidak memakan waktu bertahun-tahun.
Pemerintah dan BPS berjanji akan mempercepat integrasi data serta memperkuat pemutakhiran berjenjang agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran dan tidak mengorbankan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Halaman : 1 2


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















