Laut Tercemar, Petani Rumput Laut Terancam Gulung Tikar

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 29 Juni 2025 - 18:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 173 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tali tempat pengikat bibit rumput laut yang telah ditarik dari laut dibiarkan tergantung di lokasi. (dok:AtlasNews)

Foto: Tali tempat pengikat bibit rumput laut yang telah ditarik dari laut dibiarkan tergantung di lokasi. (dok:AtlasNews)

Kupang, ATN – Sejumlah petani rumput laut yang berada di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, terancam gulung tikar.

Geliat budidaya rumput laut yang sudah ada sejak tahun 1999 yang merupakan inisiasi dari mantan Bupati Kupang, Ibrahim Agustinus Medah, kini tinggal kenangan.

Rusaknya ekosistem laut disekitar lokasi pembudidayaan rumput laut tersebut diduga merupakan dampak dari limbah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Timor-1. Hal ini juga dikeluhkan oleh para petani rumput laut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini juga diungkapkan oleh Dodi Masu salah satu pembudidaya atau petani rumput laut yang berhasil ditemui oleh AtlasNews. Id di kediamannya pada Jumat (28/06/2025).

Dodi Masu mengatakan, kehadiran PLTU Timor 1 di wilayah Dusun IV Panaf, telah memberikan dampak langsung terhadap lingkungan terutama laut.

Ia menduga dengan keberadaan PLTU Timor 1 laut sekitar lokasi berdirinya bangunan tersebut mengalami pencemaran yang berakibat pada produksi rumput laut yang kian menurun.

Baca Juga :  Dukung Swasembada Pangan di Kabupaten Kupang, Bupati Yosef Lede Tekankan Hal Ini!

Berita Terkait

Pastikan Masyarakat Lebih Aman Saat Lebaran, Jasa Raharja Perkuat Kolaborasi di Operasi Ketupat 2026
Perkuat Sinergi Keselamatan Transportasi, Forum FKLLJ Bahas Jaminan Keselamatan Penumpang dan Pencegahan Laka Lantas
Perkuat Perlindungan Dasar, Jasa Raharja Dukung Penandatanganan PKS dengan RS Kartini Kupang
Jamin Pelayanan Korban Laka Lantas, PKS dengan RS Leona Noelbaki Diperkuat
Dugaan Mark-up Bahan Baku dan Monopoli Supplier MBG di Kabupaten Kupang Mencuat, BGN Diminta Turun Tangan.!!!
Tertib Administrasi dan Optimalisasi Aset Daerah, Apel Kendaraan Dinas Digelar di Sumba Barat
Sinergi Bangun Sektor Pertanian: Absalom Buy Pantau Panen Jagung 20 Ton di Boneana
Libatkan Komunitas Ojol, Korlantas Polri dan Jasa Raharja Dorong Peran Aktif Pengemudi dalam Menekan Risiko Kecelakaan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 20:48 WITA

Pastikan Masyarakat Lebih Aman Saat Lebaran, Jasa Raharja Perkuat Kolaborasi di Operasi Ketupat 2026

Jumat, 24 April 2026 - 20:44 WITA

Perkuat Sinergi Keselamatan Transportasi, Forum FKLLJ Bahas Jaminan Keselamatan Penumpang dan Pencegahan Laka Lantas

Jumat, 24 April 2026 - 20:38 WITA

Perkuat Perlindungan Dasar, Jasa Raharja Dukung Penandatanganan PKS dengan RS Kartini Kupang

Jumat, 24 April 2026 - 20:34 WITA

Jamin Pelayanan Korban Laka Lantas, PKS dengan RS Leona Noelbaki Diperkuat

Jumat, 24 April 2026 - 14:35 WITA

Dugaan Mark-up Bahan Baku dan Monopoli Supplier MBG di Kabupaten Kupang Mencuat, BGN Diminta Turun Tangan.!!!

Kamis, 23 April 2026 - 18:53 WITA

Sinergi Bangun Sektor Pertanian: Absalom Buy Pantau Panen Jagung 20 Ton di Boneana

Kamis, 23 April 2026 - 16:37 WITA

Libatkan Komunitas Ojol, Korlantas Polri dan Jasa Raharja Dorong Peran Aktif Pengemudi dalam Menekan Risiko Kecelakaan

Kamis, 23 April 2026 - 16:25 WITA

Jasa Raharja Perkuat Transformasi Digital dalam Rakor Pembina Samsat 2026 di Semarang

Berita Terbaru