Kupang, ATN – Bupati Kupang, Yosef Lede, melakukan langkah persuasif dengan menemui langsung warga dari tiga desa di wilayah Kupang Barat guna membahas sengketa lahan yang terjadi di Kawasan Industri Bolok (KIB), pada Senin (27/04/2026).
Pertemuan yang diinisiasi oleh Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Fraksi PSI Absalom Buy, dikemas dalam bentuk dialog terbuka ini bertujuan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat serta mencari solusi konkret atas konflik pertanahan yang telah berlangsung lama di kawasan strategis tersebut.
Dalam dialog yang berlangsung dinamis, perwakilan warga yakni Yohanis Laiskodat dan Yandry dari Desa Bolok berkesempatan berdialog langsung bersama Bupati Yosef Lede.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keduanya menyampaikan kekhawatiran mereka mengenai kejelasan status hak atas tanah yang kini masuk dalam area pengembangan industri.
Warga menegaskan bahwa transparansi dan keadilan menjadi poin utama yang mereka tuntut dari pemerintah daerah agar hak-hak masyarakat adat dan lokal tidak terpinggirkan oleh kepentingan pembangunan ekonomi semata.
Beberapa poin krusial yang mencuat dalam pertemuan berdasarkan keterangan kedua warga tersebut meliputi:
- Tuntutan Verifikasi Ulang Lahan: Warga mendesak pemerintah untuk melakukan tinjauan lapangan dan verifikasi dokumen secara mendalam guna memastikan batas-batas lahan yang menjadi milik masyarakat dan lahan yang merupakan aset pemerintah atau pengelola KIB.
- Aspirasi Keadilan Ekonomi: Masyarakat berharap keberadaan KIB memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar, bukan justru menciptakan penggusuran atau hilangnya mata pencaharian tradisional mereka.
- Komitmen Dialog Berkelanjutan: Warga mengapresiasi kehadiran Pj Bupati Yosef Lede dan berharap komunikasi ini terus berlanjut hingga ditemukan kesepakatan tertulis yang berkekuatan hukum.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















