Warga Desa Bolok Tolak Pembangunan SPBE

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juli 2024 - 02:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 536 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oelamasi, AtlasNews. ID – Ratusan warga Dusun 5 RT.17/RW.08 Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT, melakukan aksi tolak pembangunan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) milik PT. Nusa Mina Gas.

Aksi ini dilakukan pada Sabtu, (13/7/2024) di lokasi pembangunan ditandai dengan memasang plang spanduk yang berisikan seruan penolakan pembangunan SPBE tersebut.

Mewakili warga Dusun 5 yang melakukan aksi ini, Yunus Lasi seorang tokoh masyarakat Desa Bolok mengatakan, aksi penolakan ini dilakukan karena, sejauh ini tidak pernah mengetahui kehadiran pembangunan SPBE.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Aksi pemasangan spanduk penolakan ini Kami lakukan, karena kami sebagai warga Dusun 5, RT.17/RW.08, Desa bolok sejauh ini tidak pernah mengetahui kehadiran rencana pembangunan SPBE ini. Bahkan perusahaan ini tidak pernah melakukan sosialisasi kepada warga di RT.17 ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, terkait penolakan ini sendiri, warga ini sendiri, telah bersurat ke pemerintah desa Bolok. Tetapi tidak pernah ditanggapi. Sedangkan surat tersebut, sudah dikirim sejak pertengahan Juni 2024.

“Kami juga sudah bersurat ke Pemdes Bolok, sejak pertengahan Juni 2024, tetapi tidak ditanggapi. Adapun isi surat tersebut terkait penolakan warga atas pembangunan SPBE di dusun V. Pasalnya, ada kawasan Kawasan Industri yang telah disiapkan Pemerintah Provinsi, tetapi SPBE kenapa kemudian SPBE tersebut  dibangun di luar Kawasan tersebut. Selain itu, gas yang akan di-isi pada SPBE nanti mengandung bahan berbahaya atau beracun (B3), sehingga dikuatirkan akan membahayakan warga setempat yang hanya berjarak 20 – 50 meter dari lokasi SPBE tersebut, dan membahayakan lingkungan sekitar ” jelasnya.

Warga Desa Bolok Tolak Pembangunan SPBE
Foto: warga desa Bolok saat melakukan aksi tolak pembangunan SPBE dengan memasang banner penolakan.

Ditambahkan, dalam surat yang ditujukan ke pemerintah Desa tersebut juga disampaikan, bahwa lokasi pembangunan SPBE tersebut, berada di dataran tinggi yang merupakan daerah penangkapan air Desa Bolok. Sehingga dikuatirkan, kehadiran SPBE tersebut, membahayakan sumber air milik warga yang hanya berjarak 50-100 meter dari lokasi SPBE dan berada di dataran rendah.

Tak hanya itu, warga sekitar juga mengkuatirkan kehadiran SPBE tersebut juga, akan mempengaruhi lahan pertanian dan lokasi peternakan yang juga berada di sekitar lokasi pembangunan SPBE tersebut yang hanya berjarak 20-200 meter.

Ia berharap, pemerintah desa, dan pihak terkait, bisa menanggapi aksi warga dan surat yang telah disampaikan. Agar SPBE tersebut bisa dibangun dikawasan industri yang telah disiapkan pemerintah. Karena jika tidak, maka baik pemukiman, maupun lahan pertanian dan peternakan warga Dusun 5  akan terancam.

Baca Juga :  Transformasi Digital Pelayanan Publik Diapresiasi, Jasa Raharja Raih Dua di Ajang Penghargaan Anugerah BUMN 2026

Hingga berita ini diturunkan, belum ada  tanggapan dari pihak PT. Nusa Mina Gas, terkait aksi tersebut. Sementara pimpinan PT. Nusa Mina Gas saat dikonfirmasi, masih berada di luar kota. (*)

Berita Terkait

Komisi II DPR RI Tegaskan Larangan Pemberhentian PPPK, Perjuangkan Status PNS, dan Penuh Waktu
Nasib PPPK Terjamin, Komisi II DPR RI dan Kemendagri Beri Sinyal Positif.!!!
Pemdes Nitneo Gelontorkan Rp 20,4 Juta untuk BLT Tahap I Tahun 2026
Pemdes Sumlili Salurkan BLT Dana Desa 2026, Tekankan Kepatuhan Administrasi dan Kesehatan bagi Penerima
Sidak di SPPG Sillu: Bongkar ‘Permainan’ Supplier hingga Dugaan Mal-administrasi.!!!
Diduga Keracunan MBG, Delapan Siswa dan Seorang Guru di Takari Jalani Observasi Medis
SPPG Sillu Belum Kantongi SLHS, Dinkes: Ajukan Visitasi atau Terancam Ditutup Permanen 
Tata Kelola Dapur Amburadul, Pemkab Kupang Akhirnya “Kunci” Operasional. SPPG Sillu Ditutup Sementara.!!

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:28 WITA

Komisi II DPR RI Tegaskan Larangan Pemberhentian PPPK, Perjuangkan Status PNS, dan Penuh Waktu

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:00 WITA

Nasib PPPK Terjamin, Komisi II DPR RI dan Kemendagri Beri Sinyal Positif.!!!

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:08 WITA

Pemdes Nitneo Gelontorkan Rp 20,4 Juta untuk BLT Tahap I Tahun 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:10 WITA

Pemdes Sumlili Salurkan BLT Dana Desa 2026, Tekankan Kepatuhan Administrasi dan Kesehatan bagi Penerima

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:17 WITA

Diduga Keracunan MBG, Delapan Siswa dan Seorang Guru di Takari Jalani Observasi Medis

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:50 WITA

SPPG Sillu Belum Kantongi SLHS, Dinkes: Ajukan Visitasi atau Terancam Ditutup Permanen 

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:18 WITA

Tata Kelola Dapur Amburadul, Pemkab Kupang Akhirnya “Kunci” Operasional. SPPG Sillu Ditutup Sementara.!!

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:59 WITA

Kondisi IPAL SPPG Sillu Memprihatinkan, Dinkes Kabupaten Kupang Diduga “Cuek”

Berita Terbaru