So’e, AtlasNews. ID – Sebagai bagian dari upaya untuk mengembangkan Desa Wisata di Fatumnasi, maka Dosen UPG 1945 NTT menggelar pelatihan bahasa inggris dan paket kearifan lokal bagi kelompok Sadar Wisata. Kegiatan ini merupakan program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang bertajuk Peningkatan SDM Pelaku Wisata melalui Pelatihan Bahasa Inggris dan Paket Kearifan Lokal dalam Mengembangkan Desa Wisata Fatumnasi.
Kegiatan ini digelar dalam tiga hari, yakni dari tanggal 8-11 Oktober 2024 di Fatumnasi, Kecamatan Fatumnasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan, yang melibatkan 30 orang, diantaranya pemuda/pemudi dan perwakilan pengrajin tenun ikat, yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (Pokdarwis) desa Fatumnasi.
Oce A. Langkameng, S.Pd.,M.Hum ketua tim kegiatan tersebut memgatakan, Desa Fatumnasi sejauh terkenal karena keindahan alam dan kekayaan budayanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Masyarakat di desa ini memiliki keterikatan kekerabatan yang kuat, dalam mempertahankan adat istiadat dan menganggap pendatang sebagai keluarga. Selain itu, Desa ini juga memiliki potensi wisata alam pegunungan dan budaya, seperti tarian dan kuliner lokal dari Suku Dawan.
“Dengan demikian, sebagai pilot project dalam pengembangan desa wisata berkelanjutan, maka diperlukan sumber daya manusia yang kompeten untuk mengelola potensi tersebut. Akan tetapi, tantangan yang dihadapi Pokdarwis Fatumnasi saat ini bahwa ketidakmampuan mereka dalam berkomunikasi bahasa Inggris dan minimnya pengetahuan dalam memanfaatkan potensi kearifan lokal yang dimiliki”, ujarnya.
“Oleh karena itu, tim PKM dari Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT dan Pokdarwis desa Fatumnasi bersepakat dalam menentukan prioritas solusi, yakni melakukan pelatihan bahasa Inggris dan edukasi budaya guna mengenali serta memanfaatkan potensi kearifan lokal yang ada”, tambahnya.
Lebih lanjut dijelaskan, Metode metode yang diterapkan dalam sesi ini antara lain, pembelajaran interaktif melalui role play, latihan kelompok kecil untuk meningkatkan kepercayaan diri berbicara.
Sedangkan materi yang disuguhkan untuk pengetahuan kearifan lokal difokuskan pada kegiatan menenun, di mana di awali dengan presentasi oleh narasumber yang ahli di bidang budaya, diskusi kelompok untuk menggali ide pengembangan tenun ikat sebagai salah satu kearifan lokal masyarakat Fatumnasi.
Selanjutnya, pada tahap akhir dilakukan praktik lapangan dan yang dilakukan pada kegiatan ini antara lain, Simulasi dan unjuk kerja.
Dimana pada sesi ini, Peserta membagi diri menjadi kelompok untuk mempresentasikan potensi wisata yang mereka tawarkan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















