Selanjutnya, Melki Laka Lena bersiarah di makam dr. Hendrik Fernandez, tokoh dan politikus Indonesia yang menjabat Gubernur NTT sejak 1988 hingga 1993. Semasa menjabat sebagai Gubernur, Dokter Endi, demikian ia biasa disapa, dikenal sebagai sosok yang suka menolong dan rendah hati. Bahkan sesaat sebelum ia meninggal, ia menitip pesan pada anak cucunya agar tetap hidup sederhana dan banyak berdoa.
Melki Laka Lena menimbah pelajaran dari Dokter Endi yang selama lima tahun memimpin NTT.
“Pak Dokter Hendrik Fernandez menelorkan Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat (Gempar) sebagai salah satu program pembangunan di NTT. Salah satu programnya yaitu menanam sejuta anakan jambu mete. Ini komoditi kita di NTT yang jika diolah dalam spirit hilirisasi non tambang akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat NTT”, sebut Melki Laka Lena.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah dari Hendrik Fernandez, Melki Laka Lena melanjutkan siarahnya ke makam Piet A. Tallo, politikus Indonesia lulusan sarjana hukum Universitas Gadjah Mada pada 1970. Piet A. Tallo menjadi gubernur NTT pada periode 1998 hingga 2008.

“Kami menimbah spirit Pak Piet Tallo yang pada masa jabatannya, ia mengeluarkan program besarnya, yaitu Tiga Batu Tungku yang terdiri dari Ekonomi Rakyat, Pendidikan Rakyat, dan Kesehatan Rakyat”, ujar Melki Laka Lena.
Di kompleks Taman Makam Pahlawan Dharma Loka, Melki Laka Lena juga mengunjungi makam Jose Abilio Osorio Soares, Gubernur Timor Timur sebelum wilayah tersebut menjadi negara sendiri yaitu Republik Demokratic Timor Leste (RDTL).
Melki Laka Lena menyelami spirit cinta tanah air dalam diri Jose Abilio Osorio Soares.
“Kita harus meneladani semangat cinta Merah-Putih yang ada pada diri Alm. Jose Abilio Osorio Soares yang tetap setia dengan Merah-Putih hingga meninggal dunia. Spirit para pendahulu kita ini menjadi bekal kita Melki-Johni dalam membangun NTT kedepan”, ujar Melki Laka Lena. (*)
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















