Ia menegaskan perencanaan APBDes telah dibahas secara marathon mulai dari tingkat Dusun (Musdus) hingga tingkat Desa. Hal tersebut juga telah melalui tahap asistensi di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) sebelum akhirnya ditetapkan hari ini.
“Semua yang ada di dalam rancangan telah melalui mekanisme musyawarah. Ruang usul dan saran dari masyarakat yang hadir hari ini tetap kami sediakan, namun tentu harus yang bersifat prioritas dan mendesak,” ujar Kepala Desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menutup sambutannya, Kades Herman Lani memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada warga yang hadir. Peran aktif masyarakat selama proses penyusunan hingga penetapan anggaran dianggap sebagai bukti kepedulian warga terhadap kemajuan desa.
“Semoga APBDes Tahun 2026 ini dapat memberikan dampak nyata bagi seluruh lapisan masyarakat Desa Oenaek. Terima kasih atas peran aktif Bapak dan Ibu sekalian dalam mengawal pembangunan desa kita,” pungkasnya
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Oenaek, Eben Aplugi diberikan kehormatan untuk membuka secara resmi jalannya musyawarah.
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa suara masyarakat adalah kunci utama dalam penyusunan anggaran yang tepat sasaran.
Ketua BPD Eben Aplugi mengharapkan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat yang hadir. Ia menegaskan bahwa kehadiran warga bukan sekadar formalitas, melainkan sarana untuk menyaring usulan-usulan prioritas.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















