Tradisi Cium Bendera Perang, Pasukan Yonif 743/PSY Menuju Tugas Operasi Satgas Pamtas RI – PNG

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 2 Mei 2025 - 09:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 510 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Komandan Yonif 743/PSY, Letkol Inf. Hery Mujiono saat melakukan prosesi cium bendera perang.

Foto: Komandan Yonif 743/PSY, Letkol Inf. Hery Mujiono saat melakukan prosesi cium bendera perang.

“Saya yakin Pasukan Yonif 743 PSY adalah satuan yang tangguh, disiplin, dan profesional. Prajuritnya telah terlatih secara fisik, dan mental untuk menghadapi berbagai tantangan di medan tugas”, ungkapnya.

Lanjut Bupati Kupang, tugas ini bukan sekedar menjaga batas wilayah tetapi juga menjaga kehormatan bangsa dan membawa nama baik dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Kupang dan Nusa Tenggara Timur.

“karna itu berangkatlah dengan semangat juang tinggi, penuh keyakinan dan tetap menjaga nilai sapta marga, sumpah prajurit dan delapan nilai wajib TNI dalam setiap langkah”, terangnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Yosef Lede juga mengungkapkan rasa hormat dan terima kasih serta memberikan pesan kepada setiap keluarga prajurit yang ditinggalkan untuk selalu memanjatkan doa bagi keselamatan para prajurit dalam menjalankan tugas negara.

“Setiap jejak di tanah perbatasan adalah bukti bahwa prajurit berdiri untuk menjaga utuhnya negeri. Dengan semangat itu, kami melepas kalian putra putra terbaik menuju medan tugas dengan doa dan harapan yang tulus, berangkatlah dengan tekad dan kehormatan, pulanglah dengan selamat dan penuh kebanggaan”, pungkasnya.

“Semoga Yonif 743/PSY berangkat lengkap dan pulang lengkap”, lanjut Bupati Yosef Lede dengan penuh semangat haru.

Baca Juga :  Bupati Yosef Lede Targetkan SMPN 1 Kupang Tengah Jadi Sekolah Unggulan dan Rujukan

Berita Terkait

Aspal Pertama Setelah 45 Tahun: Kisah Haru Warga Dusun 5 Nunsaen dan Jejak Anis Mase
Sinergi 3 Pilar Terjalin, Warga Desa Nunsaen Gelar Perbaikan Jalan Trans Fatuleu
Jasa Raharja Perkuat Sinergi Tim Pembina Samsat NTT guna Optimalkan PAD dan Layanan Publik
Jasa Raharja Rampungkan Penyerahan Santunan bagi 16 Korban Meninggal Dunia Kecelakaan KRL Bekasi
Tingkatkan Kepatuhan Pajak, Operasi Gabungan Digelar di Simpang Wailolu Sumba Tengah
Pemerintah Desa Tesabela Salurkan BLT Dana Desa Tahap Pertama Tahun 2026 kepada 15 KPM
Warga Tesabela Hibahkan Lahan 750M2 untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
Pemangku Kepentingan TTU Matangkan Rencana Penerapan Pergub 13 untuk Optimalisasi Pajak Kendaraan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:31 WITA

Aspal Pertama Setelah 45 Tahun: Kisah Haru Warga Dusun 5 Nunsaen dan Jejak Anis Mase

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:21 WITA

Sinergi 3 Pilar Terjalin, Warga Desa Nunsaen Gelar Perbaikan Jalan Trans Fatuleu

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:58 WITA

Jasa Raharja Perkuat Sinergi Tim Pembina Samsat NTT guna Optimalkan PAD dan Layanan Publik

Kamis, 30 April 2026 - 17:24 WITA

Jasa Raharja Rampungkan Penyerahan Santunan bagi 16 Korban Meninggal Dunia Kecelakaan KRL Bekasi

Kamis, 30 April 2026 - 11:35 WITA

Pemerintah Desa Tesabela Salurkan BLT Dana Desa Tahap Pertama Tahun 2026 kepada 15 KPM

Kamis, 30 April 2026 - 11:16 WITA

Warga Tesabela Hibahkan Lahan 750M2 untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih

Rabu, 29 April 2026 - 10:43 WITA

Pemangku Kepentingan TTU Matangkan Rencana Penerapan Pergub 13 untuk Optimalisasi Pajak Kendaraan

Rabu, 29 April 2026 - 07:48 WITA

Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban Kecelakaan Kereta Bekasi dalam Waktu Kurang dari 24 Jam

Berita Terbaru