Oelamasi, AtlasNews.ID – Untuk mewujudkan Kabupaten Kupang yang inklusi dan ramah perempuan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Perempuan untuk Perencanaan Pembangunan tahun 2024, bekerja sama dengan PEKA-PM, Ume Daya Nusantara (UDN) dan Inklusi pada selasa, (12/03/2024) pagi.
Kegiatan yang berlangsung di aula pertemuan kantor Bupati Kupang, Oelamasi, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur secara resmi di buka oleh Bupati Kupang, Korinus Masneno.
Korinus Masneno yang ditemui awak media di ruangan kerjanya usai membuka kegiatan menyampaikan, musyawarah daerah (Musda) perempuan ini dilakukan untuk menyusun program, pemberdayaan kaum perwmpuan dan pelaksanaan pembangunan atas partisipasi perempuan di Kabupaten Kupang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, sebut Korinus Masneno, Musda ini juga bertujuan untuk memberi input kepada pemerintah pusat terkait kegiatan yang akan jalankan lima(5) tahun kedepan.
“Seluruh rancangan kegiatan akan diinput masuk ke Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan juga termasuk dalam penyusunan RPJMD Kabupaten Kupang,” sebut Korinus.
“Jadi hari ini yang hadir terdiri dari kaum perempuan, para kepala desa, ketua PPK tingkat desa, sekolah perempuan, dan elemen perempuan di Kabupaten Kupang. Kegiatan ini akan berlanjut pada Munas perempuan yang di gelar pada tanggal 27 Maret 2024 di Bali nantinya,” tambahnya.
Bupati Kupang, Korinus Masneno juga menghimbau agar dalam penyusunan program harus spesifik daerah, namun harus membangun kolaborasi antara daerah dan pusat.
“Programnya bisa bersifat universal tetapi kegiatan spesifik harus berkaitan dengan masalah yang kita alami, termasuk potensi yang kita miliki sehingga kita bisa tetapkan program yang lebih tepat untuk Kabupaten Kupang,” jelasnya.
Dijelaskan juga oleh Bupati Kupang, dalam waktu dekat akan ada arahan nasional secara virtual dalam rangka melengkapi program yang sudah disiapkan termasuk kolaborasi daerah dan pusat untuk kemudian ditindak lanjuti pada musyawarah nasional perempuan.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kupang, Dikson Selan menambahkan, Musda Perempuan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Internasional Perempuan Sedunia pada 8 Maret 2024.
Dikatakan, pihaknya telah melakukan kegiatan secara pararel simultan atau bersamaan dan berkelanjutan sejak tanggal 8 Maret hingga tanggal 12 Maret 2024.
“Ada tiga (3) kegiatan penting yang telah kami lakukan. Yang pertama, kami lakukan persiapan musyawarah perempuan daerah di BP4D, kedua kami lakukan sosialisasi kesehatan reproduksi di SMA Kasih Karunia desa Oefafi dan puncaknya hari ini kita lakukan Musda Perempuan untuk perencanaan pembangunan tahun 2024 yang melibatkan lembaga mitra, sekolah perempuan dan kepala desa,” tuturnya.
Dikson Selan juga mengatakan, Musda Perempuan yang dilaksanakan untuk kepentingan akomodasi aspirasi perempuan yang di prioritaskan untuk kemiskinan, stunting, rawan pangan dan untuk pemenuhan standart pelayanan minimum yang ada di Kabupaten Kupang.
Diharapkan lewat Musda Perempuan kali ini, beber Dikson Selan, akan ada deklarasi program yang sesuai dengan kondisi real di Kabupaten Kupang dan terutama dapat akomodir kepentingan kaum perempuan di Kabupaten Kupang.
Dikson Selan juga berharap pemerintah desa yang ada dapat memasukan program perempuan dalam anggaran dan penetapan desa agar dapat mengakomodir kepentingan perempuan di lebe desa.
“Tidak boleh ada kepentingan perempuan level desa yang terlewatkan. Karna prinsip pembangunan inklusi kita laksanakan dari tingkat Kabupaten hingga tingkat desa dan kelurahan,” terangnya.

Direktur PEKA-PM, Delmyser Maka Ndolu menyampaikan bahwa, Musda perempuan yang dilaksanakan akan berkelanjutan dan berjenjang dari tingkat Kabupaten untuk kemudian penyampaian rangkuman hasil dari pusat lewat media daring dan selanjutnya dipaparkan kembali saat Munas Perempuan di Bali.
Musyawarah ini bertujuan untuk mengangkat isu perempuan di tingkat desa ke Kabupaten hingga dapat melihat isu keseluruhan secara utuh untuk diinput dalam RPJMN.
“Yang kita lakukan disini adalah himpun semua data, lalu kita rumuskan program, tujuan dan usulan strategisnya. Setelah itu kita seleraskan tujuan pembangunan Kabupaten Kupang lalu dikirim ke pusat,” kata Delmyser Maka Ndolu.
Ditambahkan Frida Roman dari Ume Daya Nusantara (UDN), Musda ini menjadi moment penting dari perwakilan perempuan di beberapa desa untuk menjadi acuan dalam penyusunan program perempuan yang didukung pemerintah Kabupaten Kupang dan UDN.
Dijelaskan, Musda ini juga menjadi media untuk menyuarakan aspirasi perempuan dan juga menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan anggaran.
“Kami UDN sebagai mitra inklusi bersama PEKA-PM, menganggap Musda ini penting. Semua kepentingan dan kebutuhan perempuan pada akar rumput dapat disampaikan agar pembangunan daerah yang berkaitan dengan kaum Perempuan akan lebih maksimal,” tutupnya.
Hadir dalam pelaksanaan Musyawarah Daerah Perempuan tersebut, Kepala Dinas Dukcapil, Yulius Taklal, Kepala Perlindungan Perempuan dan Anak, Sekolah Perempuan Desa Penfui Timur, Mata Air, Noelbaki, Tanah Merah, Oebelo dan Desa Tuapukan.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















