JKN juga sukses menyelamatkan 8,1 juta penduduk dari kemiskinan pada periode 2018-2019, serta melindungi 16 juta orang lainnya dari risiko jatuh miskin akibat biaya kesehatan.
Data kajian juga menarik hubungan bahwa setiap kenaikan 1 persen kepesertaan JKN mampu meningkatkan pengeluaran per kapita sebesar 2,71 persen, sekaligus mendongkrak angka harapan hidup masyarakat hingga 3 tahun.
Meski menorehkan banyak prestasi, tantangan besar tetap menanti. Sepanjang 2025, biaya pelayanan kesehatan membengkak hingga Rp191,3 triliun. Ironisnya, 26,42 persen dari dana tersebut terserap untuk pembiayaan penyakit katastropik, yang mayoritas sebenarnya dapat dicegah lewat pola hidup sehat dan deteksi dini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menyikapi hal ini, BPJS Kesehatan berkomitmen mengoptimalkan upaya promotif-preventif, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat pengendalian biaya.
Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, menegaskan pentingnya menjaga transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan finansial program ke depan. Senada dengan hal itu, Guru Besar FEB UI, Telisa Aulia Falianty, mengingatkan bahwa pembiayaan kesehatan tidak boleh dianggap sebagai beban, melainkan investasi jangka panjang.
“Penguatan ketahanan pembiayaan Program JKN perlu didukung melalui reformasi berbasis prinsip gotong royong menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Telisa.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















