Yayasan Tanpa Batas Lakukan Edukasi dan Skrining Gangguan Penglihatan Masyarakat Di Sonraen.

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 November 2023 - 02:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 202 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oelamasi, AtlasNews.ID – Dari rangkaian kunjungan CBM Global Australia di kabupaten kupang bersama dengan Yayasan Tanpa Batas berlanjut dengan lakukan monitoring kegiatan di Kelurahan Sonraen, Kecamatan Amarasi Selatan. Kegiatan yang bertema Edukasi dan Skrining Gangguan Penglihatan di Masyarakat secara langsung di pantau oleh CBM Global.

Acara yang berlokasi di GMIT Betel Sonraen, Klasis Amarasi Timur, Kamis(16/11/2023)siang, itu di ikuti oleh masyarakat dan peserta posyandu lansia yang ada di wilayah pelayanan kesehatan puskesmas Sonraen.

Antusiame masyarakat cukup tinggi di lihat dari banyak jumlah peserta yang mengikuti kegiatan bakti kesehatan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua majelis GMIT Betel Sonraen Ibu Pdt. Emlyati Rambu Wasak Lodang, S.Th. merespon baik kegiatan positif tersebut.

Yayasan Tanpa Batas Lakukan Edukasi dan Skrining Gangguan Penglihatan Masyarakat Di Sonraen.
Foto: Ibu Pdt. Emlyati Rambu Wasak Todang, S.Th.

Menurutnya pemberitaan kabar baik bukan hanya dari Firman Tuhan saja, tapi di wujud nyatakan dalam setiap kegiatan sosial seperti yang di lakukan oleh Yayasan Tanpa Batas saat ini.

Dengan keberadaan GMIT Betel Sonraen sebagai salah satu pos Lansia dalam pelayanan kesehatan sangat membantu para lansia untuk bisa memeriksa kesehatan yang secara rutin diadakan setiap bulan.

Kegiatan posyandu lansia yang lakukan oleh pemerintah kabupaten lewat fasiltas kesehatan turut memberi andil dan perhatian kepada para lansia terutama yang berada di jemaat Betel Sonraen.

“Kalau mereka sehat secara jasmani otomatis Rohani mereka juga sehat terpenuhi. Sehat jasmani lewat pelayanan kesehatan dan sehat secara Rohani lewat Firman Tuhan. Itu yang terus di upayakan oleh pihak gereja lewat uluran tangan dan bantuan tenaga kesehatan dan stakeholder yang ada termasuk Yayasan Tanpa Batas,”Ungkapnya.

Ibu Pendeta Ety(sapaan akrabnya) Menjelaskan, Posisi GMIT Betel Sonraen yang menjadi salah satu pos posyandu lansia juga terbuka bagi jemaat/umat gereja lain dalam proses pelayanan kesehatan selama ini sebagai dampak dalam membangun persekutuan. Selain itu juga para lansia dapat di perhatikan.

Dengan edukasi yang di lakukan Yayasan Tanpa Batas, masyarakat dapat memahami secara utuh penting nya kesehatan mata, Kehidupan mereka berubah dan kesehatan mereka meningkat.

Ia mengungkapkan jika Ini adalah program yang baik. Dapat menjangkau masyarakat yang ada di pelosok daerah, yang notabene masyarakat yang kekurangan dalam segi biaya kesehatan.

“Mereka tahu mereka sakit, tapi karena ada biaya yang harus di keluarkan mereka jadi tidak jadi berobat. Jangan biaya untuk operasi, jarak yang jauh ke fasilitas kesehatan di rumah sakit kota jadi alasan mereka menyampingkan kesehatan. Mereka lebih peduli pada ekonomi rumah tangga dari pada kesehatan,”Ungkapnya.

Baca Juga :  Pengusaha Ternak Sapi di Kabupaten Kupang Merasa Dirugikan, Rildi Amtiran Angkat Bicara!

Ia berharap program I See dapat terus berlanjut karena dengan adanya Yayasan Tanpa Batas masyarakat di bantu pelayanan kesehatan mata buta dan katarak maupun pelayanan kesehatan lainnya dalam segi medis dan finansial.

Setelah memantau kegiatan pemeriksaan mata, CBM Global Australia berkesempatan bertemu dengan kepala puskesmas Sonraen Abdon Sabuin, S.Km. di aula pertemuan.

Yayasan Tanpa Batas Lakukan Edukasi dan Skrining Gangguan Penglihatan Masyarakat Di Sonraen.
Foto: Abdon Sabuin menerima kunjungan CBM Global dan Yayasan Tanpa Batas di aula pertemuan Puskesmas Sonraen.

Kepala Puskesmas menerima kunjungan dan kemudian bersama melakukan diskusi perihal pelayanan Yayasan Tanpa Batas di wilayah Puskesmas Sonraen di atensi oleh CBM Global Australia.

Abdon Sabuin mengatakan, dampak dari hadirnya Yayasan Tanpa Batas sangat membantu pihaknya. Mulai dari pelatihan kader, hingga tenaga kesehatan yang aktif dalam skrining dan edukasi gangguan penglihatan kepada masyarakat.

Hal ini membuat masyarakat tertarik untuk datang langsung ke pelayanan kesehatan yang ada.

Menurut Abdon Sabuin gangguan penglihatan yang di alami oleh masyarakat Sonraen di akibatkan oleh rutinitas masyarakat itu sendiri.

Rutinitas masyarakat yang rata rata bekerja di ladang dan mencari makanan ternak paling terdampak gangguan penglihatan yang di sebabkan oleh serangga kecil di hutan yang tidak sengaja masuk mata ketika bekerja.

“Iritasi mata sering mereka keluhkan. Kemudian jika di biarkan maka gangguan penglihatan bisa terjadi hingga pada tingkat kebutaan permanen, dan katarak,”Jelasnya.

Ia berjanji untuk terus memotifasi tenaga kesehatan yang ada untuk terus aktif membantu Yayasan Tanpa Batas dalam upaya skrining pada penderita gangguan penglihatan.

Ia pun tetap meningkatkan koordinasi dengan Yayasan Tanpa Batas sebagai mitra dan masyarakat sebagai penerima manfaat.

Di akhir pertemuan Ia memberi ucapan terima kasih dan apresiasi kepada CBM Global dan Yayasan Tanpa Batas sudah berdedikasi bagi masyarakat di wilayah nya dan tetap berharap program I See terus berlanjut hingga lebih banyak beri manfaat bagi masyarakat yang ada di kabupaten kupang secara umum.

 

 

Berita Terkait

PKK Desa Manulai 1 dan Kader Posyandu Rutin Gelar PMT bagi Anak Stunting
Dari Dapur Ke Piring, Pemdes Oematnunu Distribusi PMT bagi Anak Kurang Gizi
Percepat Penurunan Stunting, Pemdes Oenaek Beri Sembako dan Makanan Tambahan bagi 18 Anak
5 Orang Diserang Anjing Liar, Diduga Terinfeksi Rabies. Polsek Amfoang Selatan imbau Warga Waspada! 
Tepis Isu keterbatasan Pelayanan, BPJS Kesehatan Sebut Benefit JKN Sudah Lengkap Tanpa Batasan
Pengusaha Ternak Sapi di Kabupaten Kupang Merasa Dirugikan, Rildi Amtiran Angkat Bicara!
Dalam Pemilu 2024, Presiden Jokowi Boleh Berkampanye. Berikut Aturannya!
Pelayanan RSUD Naibonat Buruk, Bahkan Ada Arogansi Oknum. Yohanis Mase: Geram! Harus Di Evaluasi

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:20 WITA

Dukung Mudik Aman Berkeselamatan Jasa Raharja Survey Kesiapan Operasi Ketupat 2026 di DIY dan Jawa Tengah

Kamis, 22 Januari 2026 - 15:37 WITA

Gerak Cepat Jasa Raharja Pastikan Jaminan bagi Korban Kecelakaan Kereta Api dan Minibus di Tebing Tinggi, Sumatra Utara

Kamis, 22 Januari 2026 - 08:15 WITA

Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Polres Kupang Bangun 2 Gedung Baru

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:32 WITA

Dana Desa 2026 Dipangkas, Begini Respon Kades Oebelo dan Kades Oefafi!

Selasa, 20 Januari 2026 - 07:00 WITA

Perkuat Kemandirian Pangan, Kodaeral VII TNI AL Gelar Penanaman Padi Di Desa Oebelo

Minggu, 18 Januari 2026 - 07:55 WITA

Peringati HUT Ke 46, IKSPI Kera Sakti Kabupaten Kupang Gaungkan Semangat Persatuan Antar Perguruan Silat

Kamis, 15 Januari 2026 - 06:00 WITA

Tingkatkan PAD, Camat Kupang Barat Bakal Revitalisasi Terukur 4 Sektor Pendapatan Pajak dan Retribusi 

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:18 WITA

Bangun Sinergi Optimalisasi PAD 2026, Bupati Yosef Lede Hadiri Rakor Lintas Sektor

Berita Terbaru