Kupang, ATN – Menanggapi video dan foto yang sempat viral di media sosial terkait dugaan penelentaran pasien serta pelayanan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Kepala Puskesmas Oesao akhirnya memberikan klarifikasi resmi.
Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut murni karena adanya miskomunikasi di lapangan mengenai prioritas pelayanan antara pasien sakit dan warga yang hendak melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG)
Kepala Puskesmas menjelaskan bahwa kerumunan warga di depan Puskesmas terjadi akibat tingginya animo masyarakat yang datang secara bersamaan hanya untuk mengambil nomor antrean CKG pada 12 Juni lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Waktu saya datang, banyak sekali orang di depan Puskesmas. Saya langsung menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat. Kita ingin agar pasien yang benar-benar sakit dan butuh pengobatan tidak harus berdesak-desakan dengan warga yang sehat yang hanya ingin mengambil kartu antrean,” ujar drg. Tirza Vita saat dikonfirmasi.
Sebagai langkah solutif pasca-kejadian tersebut, pihak manajemen Puskesmas langsung mengubah strategi pelayanan. Guna mengurai penumpukan massa dan menyudahi polemik antrean, Puskesmas memutuskan untuk melakukan pelayanan Cek Dini secara langsung dengan turun ke desa-desa dan kelurahan.
“Dengan kami melakukan Cek Kesehatan langsung di desa dan kelurahan, bersyukur masalah yang ada sudah langsung terurai dan mengurangi kepadatan di Puskesmas,” tambahnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















