Oleh: Makson Saubaki
ATN – Sebuah unggahan di media sosial mendadak memicu gelombang keprihatinan di kalangan masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN). Unggahan yang meluncur dari akun Facebook milik Melianus Alopada tersebut dinilai mengecilkan dedikasi ribuan pelayan publik melalui kalimat generalisasi yang tajam dan emosional bertuliskan “ASN Goblok Semua”.
Narasi tersebut dengan cepat memantik respons tajam. Publik menyayangkan bagaimana sebuah kritik tidak lagi disampaikan dalam koridor etika akademis maupun jurnalistik, melainkan menjelma menjadi tuduhan yang menyasar institusi secara menyeluruh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Etika Akademisi dan Profesi yang Dipertanyakan
Melianus Alopada, yang diketahui menyandang gelar sarjana sekaligus sebagai aktivis serta aktif dalam kegiatan kemasyarakatan dan insan pers, dinilai seharusnya memahami batas antara kritik konstruktif dan cercaan.
Dalam dinamika pelayanan publik, hubungan antara insan pers, aktivis, dan birokrasi merupakan kemitraan strategis. Setiap informasi, data, hingga berita yang sampai ke tangan publik sering kali bersumber dari kerja keras para staf dan pejabat di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Namun, narasi destruktif di media sosial justru mencederai ruang kemitraan yang telah terbangun tersebut.
Para pendidik, tenaga kesehatan di pelosok, hingga pegawai administrasi yang saban hari menjalankan roda pemerintahan merupakan sosok-sosok yang berada di balik seragam ASN.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















