Yosef Lede juga mengatakan jika gelombang protes yang terjadi ada hal yang sudah lumrah buntut ketidakpuasan masyarakat terhadap hasil seleksi PPPK.
“Banyak tenaga honorer yang telah mengabdi 10 hingga 15 tahun gugur hanya karena proses rekrutmen yang tidak transparan. Ini jelas menimbulkan kekecewaan dan mencederai rasa keadilan”, tegasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa kurangnya sosialisasi dari BKPSDM membuat pelamar tidak memahami prioritas formasi yang seharusnya diberikan kepada honorer Kategori 2 (K2) dan tenaga honorer lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Yosef Lede mencurigai adanya kepentingan politik dalam proses ini.
“Saya melihat ada indikasi rekayasa yang dilakukan untuk kepentingan tertentu. Jika ini terus dibiarkan, masa depan tenaga kontrak di Kabupaten Kupang akan semakin suram”, ujarnya.

Sebagai langkah awal, Yosef berencana meminta audit menyeluruh terhadap proses rekrutmen PPPK di Kabupaten Kupang.
“Saya akan meminta tim khusus untuk memeriksa setiap tahap proses ini agar ke depannya tidak terjadi lagi ketidakadilan yang merugikan masyarakat”, imbuhnya.
Yosef Lede berharap agar proses rekrutmen PPPK dapat berjalan lebih transparan dan adil di masa mrekrutmen
Ia juga menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan hak-hak tenaga honorer yang telah lama mengabdi.
“Program PPPK seharusnya menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga honorer, bukan malah menjadi ladang praktik tidak sehat. Saya akan memastikan ke depannya sistem ini diperbaiki agar lebih berpihak kepada mereka yang benar-benar berhak”, pungkas Yosef.
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















