Oelamasi, AtlasNews. ID – Bupati Kupang Terpilih, Yosef Lede, SH., menyoroti adanya indikasi permainan politik dan dugaan ketidakadilan dalam proses rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun Anggaran (TA) 2024 di Kabupaten Kupang.
Dengan tegas ia menduga ada indikasi permainan politik yang merugikan tenaga honorer, terutama mereka yang telah mengabdi di Kabupaten Kupang belasan tahun.
Hal tersebut dikonfirmasi Yosef Lede kepada sejumlah awak media di Sekretariat Gemoy, Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, pada Rabu (08/01/2024) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Politisi partai Gerindra itu juga mengkritik keras kinerja Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kupang.
Menurutnya, BKPSDM seharusnya memprioritaskan tenaga honorer lama dengan memberikan kesempatan lewat kebutuhan formasi yang telah ditentukan oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Namun, yang terjadi justru sebaliknya, di mana peluang dibuka bagi pelamar baru tanpa mempertimbangkan honorer senior yang telah mengabdi puluhan tahun.
“Harusnya BKPSDM Kabupaten Kupang buka formasi dan prioritaskan tenaga honorer yang sudah lama mengabdi di setiap instansi, jangan berikan kesempatan kepada orang baru. Ini semakin memprihatinkan dimana pada aturan baru, tahun ini sudah tidak diberlakukan lagi honorer, bagaimana nasib mereka”, imbuhnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
















