Menurut E dan D pihaknya sudah melakukan pengaduan kepada sekretaris dinas untuk menelusuri persoalan ini namun belum ada tanggapan serius.
Lebih lanjut Pegawai Puskesmas Tarus juga mengatakan, selain dana BOK ada sejumlah masalah lain yang dilakukan oleh Kepala Puskesmas dan Bendahara yakni penggunaan Dana Covid 19 dan administrasi fiktif lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang bikin kami heran itu, bukan saja masalah ini, tapi banyak masalah terkait dana covid 19 yang belum dibayarkan, dana BOK, Surat Tugas dan SPJ fiktif yang dilakukan oleh Rifi dan Kapus”, ucapnya.
Selain itu, pembagian program yang tidak merata dimana terjadi monopoli 3 program besar dengan nilai uangnya besar namun jarang turun ke lapangan.
Pada beberapa kesempatan, terdapat sejumlah manipulasi kegiatan di tingkat pustu yang kerap dilakukan oleh Marsela Masneno dan Rifi Noning.
“Jika ada kegiatan di pustu yang batal, faktanya batal, namun dalam pelaporan kegiatan itu berjalan. Anehnya, menurut pengakuan E, foto selalu ada Surat Tugas dan SPJ selalu full pada tiap kegiatan itu wajahnya ada. Kemungkinan dia memanipulasi data dan melaporkan secara fiktif. Belum lagi kegiatan-kegiatan di pustu yang batal namun kapus perintahkan bendahara untuk memposting uang nya lalu kapus perintahkan lagi supaya uang yang sudah diposting di rekening pegawai disetorkan kembali secara tunai untuk dikembalikan ke kapus”, jelasnya.
E berharap masalah ini menjadi atensi pihak berwajib dan Pemerintah Kabupaten Kupang agar dapat menelusuri aliran dana tersebut. (*)

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















