Ia juga menegaskan akan memanggil mitra, pengurus, hingga pihak Yayasan untuk melakukan evaluasi total dan mencari solusi atas ketidaksesuaian ini. Pihak penyedia dan yayasan diminta bertanggung jawab penuh atas masalah yang terjadi dari awal hingga akhir operasional.
“Hari ini, jam 10 pagi saya sudah minta kepada mitra SPPG Sillu, Yayasan dan pengurus agar hadir di kantor Camat dan kita evaluasi. Semua temuan yang kami dapatkan di lapangan akan dimintai klarifikasi,” ujarnya.
Dugaan Monopoli Supplier dan Ancaman Meluapnya Limbah (IPAL)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak hanya masalah bahan makanan, Yusuf Tanu yang turut hadir dalam sidak tersebut membeberkan sejumlah temuan fatal lainnya yang berkaitan dengan manajemen logistik dan sanitasi lingkungan dapur.
Selain itu terdapat Dugaan Monopoli Supplier, dari rencana awal sebanyak 5 supplier yang masuk untuk menyuplai bahan baku, kenyataannya hanya ada 1 supplier tunggal yang beroperasi.
“Dari keterangan ahli gizi kepada kami, mereka memiliki 5 supplier namun di akomodir oleh satu supplier saja. Alasan mereka agar tidak repot, kami duga ini supplier tunggal,” ungkap Anggota DPRD Kabupaten Kupang fraksi Gerindra, Yusuf Tanu.
Ia menambahkan, terdapat dua temuan fatal berdasarkan kenyataan dilapangan yakni upah relawan yang diberikan tidak sesuai kesepakatan dan krisis sanitasi IPAL.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















