Dijelaskan, dalam kurun waktu satu minggu dirinya bersama empat anggota lainnya mempersiapkan menu yang telah ditentukan oleh ahli gizi Puskesmas Batakte setiap sore menjelang pembagian PMT pada keesokan harinya.
“Kami mulai bekerja dari senin sampai sabtu, setiap sore kami belanja siapkan bahan dan pada dini hari makanan itu kami siapkan untuk dibagikan pada pukul 08:00 pagi. Menunya beragam ditentukan setiap hari, untuk kadar gizi juga di tentukan. Pantang bagi kami untuk menggunakan penyedap rasa, kami hanya gunakan garam yodium dan kaldu jamur”, jelas Erna.
Sementara itu Emilia Ndoen Plt. Pustu Desa Manulai 1 dan Antonia Moda selaku ahli gizi Pustu, berharap dengan diberikannya bantuan ini, angka stunting di Kecamatan Kupang Barat, khususnya di Desa Manulai 1 dapat berkurang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Masalah stunting pada balita secara langsung disebabkan oleh asupan gizi yang kurang mencukupi. Oleh sebab itu kami bersama dengan pemerintah desa, membantu mencukupi kebutuhan gizi warga, khususnya balita”, jelas Emilia.

Antonia Moda mengatakan, makanan tambahan untuk balita itu dapat diberikan sekali dalam satu hari selama 90 hari berturut-turut atau 3 bulan.
Dengan peran aktif Pemerintah Desa dengan intervensi Dana Desa pada penyediaan PMT diharapkan menjadi faktor utama keberhasilan penurunan angka stunting.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















