Didirikan di Puncak Lalaka, Desa Hansisi, Pulau Semau, patung setinggi 70 meter ini dirancang untuk selesai pada tahun 2028 dan diproyeksikan menjadi ikon wisata rohani berkelas dunia.
Kompleks ini tidak sekadar berdiri sebagai struktur megah, tetapi akan dilengkapi dengan sarana pendukung yang komprehensif, mulai dari gazebo, wisma penginapan, hingga stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi warga lokal.
Menanggapi berbagai dinamika dan pandangan publik terkait nilai anggaran yang besar, Bupati Yosef Lede menegaskan komitmennya:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Visi-misi ini kita sejak awal. Semua kepala daerah punya program yang sudah dituangkan dalam RPJMD. Jadi setelah kita terpilih, kita laksanakan visi-misi kita… Kita pengin ada wisata religi di Kabupaten Kupang, dan itu saya rasa akan ada dampak lainnya seperti pembangunan maupun ekonomi. Pagu anggarannya Rp 157 miliar, dan yang perlu dicatat, hak masyarakat untuk pembangunan infrastruktur lainnya tetap kita berikan secara berimbang,” ujar Bupati Yosef Lede.
Dukungan pun mengalir dari kalangan rohaniwan yang menyambut positif pembangunan ini sebagai simbol kedamaian sekaligus penggerak roda ekonomi umat.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















