Diungkapkan, dalam kondisi musim hujan, proses belajar mengajar sedikit terkendala dengan adanya rembesan air hujan lewat celah dinding hingga dari bagian atap ruangan kelas yang tidak tersedia plafon.
“Listrik saja kami tidak punya, saat ini kami ambil dari tetangga. Kami serba kekurangan”, sebutnya.
Petronela Nomtanis juga mengungkapkan jika sejak berdiri hingga saat ini belum ada kepedulian dari Pemerintah Kabupaten Kupang maupun dinas terkait.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sejak sekolah kami ada, kami tidak pernah dikunjungi oleh pemerintah atau dinas terkait. Bahkan kami tidak pernah sekalipun mendapat bantuan”, ucapnya.
Ia juga mengeluhkan akan minimnya fasilitas yang tersedia, hingga menjadi kendala dalam proses belajar mengajar di sekolah.
“Kalaupun dalam proses belajar mengajar ada rasa kurang nyaman dari siswa karena kondisi tempat yang seperti ini dapat dimaklumi, karena memang seperti inilah kondisinya,” kata Petronela.
“Suatu ketika saat ujian sekolah kami keterbatasan kertas untuk mengetik soal sehingga kami siasati dengan memberikan pertanyaan secara lisan kepada siswa. Sedih sekali Pak, namun ini fakta yang kami alami saat ini”, tambahnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















