<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yohanis Mase &#8211; AtlasNews.ID</title>
	<atom:link href="https://atlasnews.id/tag/yohanis-mase/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://atlasnews.id</link>
	<description>Aktual, Kritis Dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 May 2026 05:31:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://atlasnews.id/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-1-85x85.png</url>
	<title>Yohanis Mase &#8211; AtlasNews.ID</title>
	<link>https://atlasnews.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Aspal Pertama Setelah 45 Tahun: Kisah Haru Warga Dusun 5 Nunsaen dan Jejak Anis Mase</title>
		<link>https://atlasnews.id/daerah/aspal-pertama-setelah-45-tahun-kisah-haru-warga-dusun-5-nunsaen-dan-jejak-anis-mase/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[AtlasNews.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2026 05:31:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[anggota DPRD Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Aspal]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Nunsaen]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Yohanis Mase]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://atlasnews.id/?p=6366</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, ATN – Bagi sebagian orang, jalan aspal mungkin dianggap sebagai fasilitas publik yang biasa saja. Namun, bagi warga Dusun 5, Desa Nunsaen, Kecamatan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Kupang, <a href="http://AtlasNews">ATN</a> –</strong> </em>Bagi sebagian orang, jalan <a href="https://atlasnews.id/daerah/senyum-di-ujung-aspal-pitay-akhir-penantian-panjang-masyarakat-sulamu/">aspal</a> mungkin dianggap sebagai fasilitas publik yang biasa saja. Namun, bagi warga Dusun 5, <a href="https://atlasnews.id/daerah/sinergi-3-pilar-terjalin-warga-desa-nunsaen-gelar-perbaikan-jalan-trans-fatuleu/">Desa Nunsaen</a>, Kecamatan Fatuleu Tengah, aspal bukan sekadar material jalan, melainkan simbol perubahan yang telah dinanti selama hampir setengah abad.</p>
<p>Yeremias Bani yang merupakan seorang warga Dusun 5 yang kini berusia 45 tahun mengungkapkan rasa harunya. Ia mengisahkan bahwa sejak lahir hingga menginjak kepala empat, dirinya belum pernah merasakan jalanan yang mulus di desanya sendiri. Penantian panjang itu akhirnya berakhir pada tahun 2024.</p>
<p>&#8220;Sejak kami lahir sampai sekarang saya umur 45 tahun, kemarin tahun 2024 baru aspal masuk,&#8221; ujarnya dengan nada suara yang penuh syukur, saat ditemui AtlasNews, Kamis(30/04/2026).</p>
<p>Perubahan besar ini tidak lepas dari peran <a href="https://atlasnews.id/daerah/yohanis-mase-buka-suara-pansus-lkpj-dan-reses-tetap-jalan-tak-ada-anggaran-ganda/">Yohanis Mase</a>, seorang anggota dewan yang memiliki basis dukungan kuat di Dusun 5.</p>
<p>Warga menilai, komitmen Anis Mase untuk membangun dusun tersebut telah menjadikan Dusun 5 sebagai contoh bagi desa-desa lain di wilayah <a href="https://atlasnews.id/tak-berkategori/semangat-gotong-royong-di-tolnaku-kala-gereja-masyarakat-dan-pemerintah-bersatu/">Nunsaen</a>, bahkan di seluruh Kecamatan Fatuleu Tengah.</p>
<p>Bagi warga setempat, Anis Mase bukan sekadar pejabat publik, melainkan sosok yang rendah hati dan kolaboratif. Ia dikenal sering merangkul berbagai elemen masyarakat, mulai dari kaum muda, orang tua, hingga jemaat gereja.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semangat Gotong Royong di Tolnaku: Kala Gereja, Masyarakat, dan Pemerintah Bersatu.!!</title>
		<link>https://atlasnews.id/tak-berkategori/semangat-gotong-royong-di-tolnaku-kala-gereja-masyarakat-dan-pemerintah-bersatu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[AtlasNews.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 15:34:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[anggota DPRD Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tolnaku]]></category>
		<category><![CDATA[Gotong royong perbaikan jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Fraksi]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Yohanis Mase]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://atlasnews.id/?p=6345</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, ATN – Terik matahari di Desa Tolnaku, Kecamatan Fatuleu pada Kamis (30/04/2026), tidak menyurutkan semangat puluhan warga yang berkumpul di ruas jalan utama....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Kupang, <a href="http://AtlasNews">ATN</a> –</strong> </em>Terik matahari di <a href="https://atlasnews.id/daerah/kursi-panas-kadus-2-oebaha-benarkah-ada-pembiaran-pelanggaran-aturan-di-tolnaku/">Desa Tolnaku</a>, Kecamatan Fatuleu pada Kamis (30/04/2026), tidak menyurutkan semangat puluhan warga yang berkumpul di ruas jalan utama.</p>
<p>Di sana, bukan sekadar kerumunan biasa, melainkan sebuah aksi nyata perbaikan <a href="https://atlasnews.id/daerah/jembatan-km-36-jalan-timor-raya-ambles-akses-utama-pulau-timor-menuju-timor-leste-putus-total/">jalan darurat</a> yang melibatkan kolaborasi lintas sektor.</p>
<p>Hadir di tengah-tengah warga, Ketua Fraksi <a href="https://atlasnews.id/daerah/bgn-tegaskan-mitra-sppg-pantau-operasional-dapur-tapi-dilarang-intervensi-menu/">PDI Perjuangan</a> DPRD Kabupaten Kupang, <a href="https://atlasnews.id/daerah/yohanis-mase-buka-suara-pansus-lkpj-dan-reses-tetap-jalan-tak-ada-anggaran-ganda/">Yohanis Mase</a>, memantau langsung proses pengerjaan tersebut.</p>
<p>Mengenakan Kaos merah berlogo banteng khas partainya, sosok yang akrab disapa <a href="https://atlasnews.id/daerah/kisruh-dprd-vs-pemda-kabupaten-kupang-menguat-anis-mase-ajak-cooling-down-kita-adalah-mitra/">Anis Mase</a> ini tak henti-hentinya melempar senyum dan apresiasi kepada warga serta pihak gereja yang menginisiasi gerakan ini.</p>
<p>Dalam hiruk pikuk pekerjaan, terpekik kalimat bernada metafora, &#8220;Ini bukan Om Stroom, tapi ini Anis Mase&#8221;.</p>
<p>Anis Mase menyatakan kekagumannya atas inisiatif jemaat dan masyarakat Desa Nunsaen, Kecamatan Fatuleu Tengah, yang berjibaku dan berpeluh keringat memperbaiki akses jalan.</p>
<figure id="attachment_6347" aria-describedby="caption-attachment-6347" style="width: 650px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-6347" src="https://atlasnews.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG20260430155320_01.jpg" alt="Semangat Gotong Royong di Tolnaku: Kala Gereja, Masyarakat, dan Pemerintah Bersatu.!!" width="650" height="366" title="Semangat Gotong Royong di Tolnaku: Kala Gereja, Masyarakat, dan Pemerintah Bersatu.!! 1" srcset="https://atlasnews.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG20260430155320_01.jpg 650w, https://atlasnews.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG20260430155320_01-400x225.jpg 400w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /><figcaption id="caption-attachment-6347" class="wp-caption-text"><em>Foto: suasana pekerjaan perbaikan jalan secara darurat oleh warga desa Nunsaen yang diinisiasi oleh Anis Mase.</em></figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yohanis Mase Buka Suara: &#8220;Pansus LKPJ dan Reses Tetap Jalan, Tak Ada Anggaran Ganda!&#8221;</title>
		<link>https://atlasnews.id/daerah/yohanis-mase-buka-suara-pansus-lkpj-dan-reses-tetap-jalan-tak-ada-anggaran-ganda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[AtlasNews.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 14:04:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[anggota DPRD Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Pansus LKPJ]]></category>
		<category><![CDATA[Reses]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Paripurna]]></category>
		<category><![CDATA[Yohanis Mase]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://atlasnews.id/?p=6186</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, ATN – Yohanis Mase, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kupang memberikan klarifikasi terkait pertanyaan masyarakat mengenai pelaksanaan Panitia Khusus (Pansus) Laporan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Kupang, <a href="http://AtlasNews">ATN</a> –</strong> </em>Yohanis Mase, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kupang memberikan klarifikasi terkait pertanyaan masyarakat mengenai pelaksanaan Panitia Khusus (<a href="https://atlasnews.id/daerah/pakar-hukum-soroti-tumpang-tindih-pansus-lkpj-dan-reses-sah-prosedural-cacat-tujuan/">Pansus</a>) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) yang bertepatan dengan masa <a href="https://atlasnews.id/daerah/dprd-kabupaten-kupang-gelar-sidang-di-masa-reses-sah-secara-aturan/">reses</a> 35 anggota dewan.</p>
<p>Langkah ini diambil untuk menghindari polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.</p>
<p>Yohanis Mase menjelaskan bahwa <a href="https://atlasnews.id/daerah/dugaan-anggaran-ganda-pelaksanaan-reses-dan-pansus-lkpj-di-dprd-kabupaten-kupang-dipertanyakan/">LKPJ</a> memiliki mekanisme khusus yang berbeda dengan sidang paripurna biasa, di mana sifatnya tidak untuk menerima atau menolak, melainkan memberikan catatan strategis dan rekomendasi kepada pemerintah daerah.</p>
<p>Dalam penjelasannya, Politisi <a href="https://atlasnews.id/daerah/pdip-larang-kader-kelola-mbg-jawab-pernyataan-bgn/">PDIP</a> tersebut juga menyebutkan bahwa Pansus bekerja melalui langkah sinkronisasi antara dokumen laporan yang diserahkan pemerintah dengan fakta riil di lapangan.</p>
<p>&#8220;Pansus ini bisa bekerja di dalam gedung maupun di luar gedung untuk mencari data-data yang valid. Tujuannya adalah mensinkronkan fakta lapangan dengan dokumen yang diajukan pemerintah,&#8221; ujarnya saat dimintai keterangan oleh awak media di kediamannya, Sabtu(18/04/2026).</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, mantan Wakil Ketua <a href="https://atlasnews.id/daerah/kisruh-dprd-vs-pemda-kabupaten-kupang-menguat-anis-mase-ajak-cooling-down-kita-adalah-mitra/">DPRD Kabupaten Kupang</a> periode 2019-2024 juga menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai potensi penggunaan anggaran ganda (double budget) antara kegiatan Pansus dan Reses.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Secara Aklamasi, Teldi Sanam Dipastikan Nahkodai Askab PSSI Kabupaten Kupang Periode 2025 &#8211; 2029</title>
		<link>https://atlasnews.id/daerah/secara-aklamasi-teldi-sanam-dipastikan-nahkodai-askab-pssi-kabupaten-kupang-periode-2025-2029/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[AtlasNews.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2025 22:14:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Aklamasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kongres PSSI Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Plt. Ketua Askab PSSI Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Sepak Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Statuta PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Yohanis Mase]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://atlasnews.id/?p=4144</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, ATN – Menjelang Kongres PSSI di Kabupaten Kupang, Penjabat Ketua (Plt) Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Kupang, Yohanis Mase, pastikan Teldi Sanam jadi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><em><strong>Kupang, <a href="http://AtlasNews">ATN</a> –</strong> </em>Menjelang Kongres PSSI di Kabupaten Kupang, Penjabat Ketua (Plt) Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Kupang, Yohanis Mase, pastikan Teldi Sanam jadi Ketua Askab yang baru.</p>
<p dir="ltr">Hal ini di sampaikan saat jumpa pers pada Selasa (08/04/2025) terkait persiapan Kongres Biasa untuk pemilihan Ketua Askab PSSI Kabupaten Kupang periode 2025 -2029.</p>
<p dir="ltr">Dalam keterangannya kepada awak media di Kupang,ia mengatakan bahwa proses menuju kongres telah sesuai dengan mekanisme yang diatur oleh statuta PSSI dan juga berdasarkan tata tertib yang ditetapkan oleh panitia pelaksana.</p>
<p dir="ltr">“Sebagai Plt Ketua Askab PSSI Kabupaten Kupang yang mendapat mandat dari Asprov PSSI Nusa Tenggara Timur, saya pastikan bahwa dalam waktu dekat ini kita akan menyelenggarakan Kongres Biasa. Kongres ini merupakan momentum penting untuk memilih pengurus baru untuk periode 2025 &#8211; 2029&#8243;, jelas Anis Mase.</p>
<p dir="ltr">Yohanes menegaskan bahwa proses penjaringan bakal calon telah selesai. Panitia telah mengedarkan formulir penjaringan kepada 27 pemilik hak suara, dan semua formulir telah diterima kembali pada 3 April 2025.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelayanan RSUD Naibonat Buruk, Bahkan Ada Arogansi Oknum. Yohanis Mase: Geram! Harus Di Evaluasi</title>
		<link>https://atlasnews.id/daerah/pelayanan-rsud-naibonat-buruk-bahkan-ada-arogansi-oknum-yohanis-mase-geram-harus-di-evaluasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[AtlasNews.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jan 2024 01:31:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[arogansi tenaga kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan rumah sakit umum daerah(RSUD) Naibonat]]></category>
		<category><![CDATA[Sangat buruk]]></category>
		<category><![CDATA[Yohanis Mase]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://atlasnews.id/?p=1097</guid>

					<description><![CDATA[Oelamasi, AtlasNews.ID &#8211; Pelayanan rumah sakit umum daerah(RSUD) Naibonat kepada pasien dinilai sangat buruk dan arogansi tenaga kesehatan rumah sakit milik pemerintah kabupaten kupang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em><strong>Oelamasi, AtlasNews.ID &#8211;</strong> </em><a href="https://infontt.com/bupati-kupang-wajib-bertindak-arogansi-staf-hingga-pelayanan-buruk-rsud-naibonat/" target="_blank" rel="noopener">Pelayanan rumah sakit umum daerah(RSUD) Naibonat</a> kepada pasien dinilai sangat buruk dan arogansi tenaga kesehatan rumah sakit milik pemerintah kabupaten kupang itu sudah diluar batas, bahkan terkesan tidak beretika.</p></blockquote>
<p>Pelayanan <a href="https://atlasnews.id/?p=1097&amp;preview=true">RSUD Naibonat</a> terkesan tidak manusiawi, dikarenakan salah satu pasien kritis asal desa Pantulan, kecamatan sulamu yang ditelantarkan dan tidak dilayani karena belum membayar biaya administrasi.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan oleh wakil ketua DPRD kabupaten Kupang, Yohanis Mase kepada awak media, Jumat(05/01/2024) sore, di depan gedung instalasi gawat darurat(IGD) usai bertemu pasien yang ditelantarkan oleh pihak rumah sakit umum naibonat.</p>
<p>Yohanis Mase mengungkapkan kekesalannya terdapat tindakan yang di lakukan oleh tenaga kesehatan yang ada di <a href="http://Wikipedia">RSUD Naibonat</a>.</p>
<p>Dirinya mengaku geram atas arogansi yang ditunjukan oleh salah satu oknum dokter yang membuat wakil ketua DPRD kabupaten kupang tersebut berkunjung langsung untuk memastikan kondisi pasien yang ditelantarkan oleh pihak <a href="https://atlasnews.id/daerah/kabupaten-kupang-jadi-tuan-rumah-rakor-percepatan-penurunan-stunting-provinsi-ntt-tahun-2023/">RSUD Naibonat</a>.</p>
<p>Yohanis Mase menjelaskan bahwa, ini merupakan persoalan pasien yang tidak mampu membayar biaya administrasi dan kemudian tidak dilayani.</p>
<p>&#8220;Mereka mengaku tidak mampu bayar biaya dan kemudian hendak membawa pulang pasien kritis tersebut kembali ke rumah. Tapi dari pihak rumah sakit anjurkan mereka untuk mencari kendaraan sendiri. Kerena itu mereka menelpon saya dan sampaikan informasi tersebut. Informasi yang saya dapat dari keluarga pasien kemudian saya konfirmasi lewat sambungan telpon ke pihak dokter,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Pimpinan DPRD Kabupaten Kupang itu mengatakan, dirinya siap membayar berapapun jumlah administrasinya dan biaya yang di butuhkan dengan catatan pasien itu harus dilayani terlebih dahulu.</p>
<p>&#8220;Saya sempat berdebat dengan salah satu oknum yang sedang bertugas. Menurut saya pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh staf rumah sakit dan tenaga kesehatan disini sangat buruk. Mereka lebih mementingkan biaya administrasi ketimbang rasa kemanusiaan mereka terhadap pasien,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Politisi PDIP itu juga menyampaikan rasa kesalnya terhadap umpatan salah seorang oknum dokter saat berkomunikasi via panggilan telpon.</p>
<p>Menurutnya oknum tersebut sudah lancang dengan menantangnya dengan nada arogan dan sudah tidak beretika layaknya seorang dokter atau tenaga kesehatan yang melayani masyarakat.</p>
<p>&#8220;Saat saya telpon dokter tadi, saya sudah jelaskan siapa saya. Namun sepintas ada narasi menantang yang diucapakan salah satu oknum yang mengatakan &#8220;lu datang sudah&#8221;. Saya sangat kesal dengan ucapan itu. Saya ini pimpinan DPRD yang sudah perjuangkan aspirasi dan kesejateraan mereka di ruang dewan, kenapa saya diperlakukan tidak manusiawi. Kalau sekelas saya selaku pimpinan dewan sudah seperti itu, bagaiamana dengan masyarakat biasa?,&#8221; ujar Yohanis Mase dengan nada kesal.</p>
<p>Dalam waktu dekat beber Yohanis Mase, dirinya akan menggelar Rapat Dengar Pendapat(RDP) dan mengundang semua yang bertugas saat pasien dari sulamu tersebut tidak dilayani, kemudian Kepala Tata Usaha(KTU) rumah sakit umum daerah Naibonat, Dokter, kepala dinas kesehatan dan semua yang terkait untuk hadir.</p>
<p>Pada kesempatan itu juga, Yohanis Mase lewat publikasi media meminta kepada Bupati Kupang untuk segera lakukan evaluasi kinerja kepada seluruh staf, tenaga medis dan jajaran struktural rumah sakit umum daerah(RSUD) Naibonat.</p>
<p>&#8220;Teman teman media tolong publish berita ini. Saya minta Bupati segera evaluasi, kalau bisa ganti saja mereka yang terbukti tidak melayani masyarakat dengan baik. Mungkin mereka sudah terlalu lama bertahan disini, jadi pindahkan saja. Masih banyak yang mau kerja ditempat ini. Dokter, perawat, KTU, Direktur, semua yang lama ganti saja,&#8221; tegasnya.</p>
<p>&#8220;Saya berharap, dengan kejadian ini jadi pelajaran bagi mereka agar pelayanan kedepan lebih baik lagi kepada masyarakat kabupaten kupang. Rumah sakit ini sudah dapat citra buruk di mata masyarakat, ada yang kritis masuk sini bukan sembuh malah makin sakit hanya karena ulah beberapa oknum,&#8221; tambahnya.</p>
<figure id="attachment_1098" aria-describedby="caption-attachment-1098" style="width: 650px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-1098" src="https://atlasnews.id/wp-content/uploads/2024/01/rsud-naibonat-okl.jpg" alt="Pelayanan RSUD Naibonat Buruk, Bahkan Ada Arogansi Oknum. Yohanis Mase: Geram! Harus Di Evaluasi" width="650" height="365" title="Pelayanan RSUD Naibonat Buruk, Bahkan Ada Arogansi Oknum. Yohanis Mase: Geram! Harus Di Evaluasi 2" srcset="https://atlasnews.id/wp-content/uploads/2024/01/rsud-naibonat-okl.jpg 650w, https://atlasnews.id/wp-content/uploads/2024/01/rsud-naibonat-okl-400x225.jpg 400w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /><figcaption id="caption-attachment-1098" class="wp-caption-text"><em>Foto: Gedung RSUD Naibonat.</em></figcaption></figure>
<p>Sementara itu, Kepala Tata Usaha(KTU) Rumah sakit umum daerah(RSUD) Naibonat, Jemi Haning, usai di konfirmasi via sambungan telpon oleh awak media mengatakan, dirinya sudah terlebih dahulu berkomunikasi dengan Wakil Ketua DPRD, Yohanis Mase, terkait persoalan pasien yang ditelantarkan pihak rumah sakit.</p>
<p>Jemi Haning mengungkapkan bahwa persoalannya ada pada arogansi salah satu oknum kepada pimpinan DPRD dengan narasi tidak beretika.</p>
<p>Dirinya meminta maaf atas perilaku para petugas kesehatan yang ada di RSUD Naibonat dan berjanji akan segera melakukan rapat evaluasi pada hari senin(08/01/2024) agar dapat memberi efek jerah kepada oknum tersebut.</p>
<p>&#8220;Saya sudah komunikasi dengan beliau, Atas nama Pimpinan RSUD Naibonat saya meminta maaf atas perilaku staf saya. Ini juga murni kesalahan saya. Ini merupakan tindakan yang tidak beretika. Bagaimana seorang pimpinan dewan diperlakukan seperti itu,&#8221; terangnya.</p>
<p>Terkait Rapat Dengar Pendapat(RDP) yang akan di lakukan ungkap Jemi Haning, pihaknya berharap ditunda dulu sampai evaluasi yang dilakukan RSUD Naibonat Selesai.</p>
<p>&#8221; RDP merupakan kewengan dewan, namun ijinkan kami untuk lakukan pembenahan dari dalam dulu. Saya mau cari tahu siapa yang ucapkan bahasa kasar itu kepada pimpinan dewan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Jemi Haning mengatakan kejadian ini merupakan pembelajaran penting bagi RSUD Naibonat dan kepadanya selaku pimpinan. Dan juga sebagai peringatan untuk lebih memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat kabupaten kupang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
