Keluarga Korban Desak Polisi Segera Menangkap Pelaku Pengeroyokan Satpam Perumahan 2100

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 Januari 2025 - 12:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 1,934 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oelamasi, AtlasNews. ID – Keluarga korban pengeroyokan yang terjadi di Kelurahan Camplong 2, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang mendesak Polisi segera menangkap para pelaku.

Hal ini diungkap Fery Ludji yang merupakan keluarga dari Ronal alias Ratu sebagai Satpam yang menjadi korban pengeroyokan usai gagalkan aksi pencurian di lokasi pekerjaan pipa air Perumahan 2100.

Melalui panggilan telepon pada Selasa (28/01/2025) pagi, Ferry meminta pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Fatuleu untuk segera menyingkap kasus ini dan menangkap para pelaku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Permintaan dari keluarga ini disampaikan Ferry setelah kasus ini telah memenuhi dua alat bukti berupa keterangan saksi dan bukti visum.

“Dua alat bukti sudah terpenuhi, korban sudah diambil keterangan, bukti visum juga sudah ada, jadi saya harap Polsek Fatuleu segera menangkap pelaku”, ujarnya.

Dikatakan Ferry, pihaknya menanti penyelesaian kasus ini untuk segera terungkap agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan dari pihak keluarga.

Karna menurutnya informasi para pelaku pengeroyokan kepada Ronal sudah diketahui oleh pihak keluarga sesuai dengan keterangan korban.

Baca Juga :  Terseret Arus Sungai Manumutin, 1 Korban Ditemukan Tim SAR Gabungan Dalam Kondisi Meninggal Dunia

Berita Terkait

Komisi II DPR RI Tegaskan Larangan Pemberhentian PPPK, Perjuangkan Status PNS, dan Penuh Waktu
Nasib PPPK Terjamin, Komisi II DPR RI dan Kemendagri Beri Sinyal Positif.!!!
Pemdes Nitneo Gelontorkan Rp 20,4 Juta untuk BLT Tahap I Tahun 2026
Pemdes Sumlili Salurkan BLT Dana Desa 2026, Tekankan Kepatuhan Administrasi dan Kesehatan bagi Penerima
Sidak di SPPG Sillu: Bongkar ‘Permainan’ Supplier hingga Dugaan Mal-administrasi.!!!
Diduga Keracunan MBG, Delapan Siswa dan Seorang Guru di Takari Jalani Observasi Medis
SPPG Sillu Belum Kantongi SLHS, Dinkes: Ajukan Visitasi atau Terancam Ditutup Permanen 
Tata Kelola Dapur Amburadul, Pemkab Kupang Akhirnya “Kunci” Operasional. SPPG Sillu Ditutup Sementara.!!

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:28 WITA

Komisi II DPR RI Tegaskan Larangan Pemberhentian PPPK, Perjuangkan Status PNS, dan Penuh Waktu

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:00 WITA

Nasib PPPK Terjamin, Komisi II DPR RI dan Kemendagri Beri Sinyal Positif.!!!

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:08 WITA

Pemdes Nitneo Gelontorkan Rp 20,4 Juta untuk BLT Tahap I Tahun 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:10 WITA

Pemdes Sumlili Salurkan BLT Dana Desa 2026, Tekankan Kepatuhan Administrasi dan Kesehatan bagi Penerima

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:17 WITA

Diduga Keracunan MBG, Delapan Siswa dan Seorang Guru di Takari Jalani Observasi Medis

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:50 WITA

SPPG Sillu Belum Kantongi SLHS, Dinkes: Ajukan Visitasi atau Terancam Ditutup Permanen 

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:18 WITA

Tata Kelola Dapur Amburadul, Pemkab Kupang Akhirnya “Kunci” Operasional. SPPG Sillu Ditutup Sementara.!!

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:59 WITA

Kondisi IPAL SPPG Sillu Memprihatinkan, Dinkes Kabupaten Kupang Diduga “Cuek”

Berita Terbaru