Harga Tomat Anjlok, Petani di Desa Oebelo Minta Pemerintah Cekal Tomat Impor

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 119 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Petani Tomat Desa Oebelo.

Foto: Petani Tomat Desa Oebelo.

Kupang, ATN – Meski masih memasuki masa panen, harga Tomat di berbagai pasar di Kota Kupang mengalami penurunan signifikan sejumlah petani dihadapkan dengan potensi kerugian.

Hal ini dikeluhkan oleh Artemas Toni dan Jhon Banfatin, petani tomat yang bermukim di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, pada Rabu (25/02/2026)

Kepada AtlasNews, Artemas Toni yang akrab disapa Manto ini mengeluhkan kondisi yang dialaminya bersama beberapa petani tomat di Desa Oebelo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Manto, harga Tomat yang anjlok tersebut diakibatkan oleh masuknya tomat impor dari luar wilayah NTT.

Ia mengisahkan, harga Tomat saat awal panen pada beberapa pekan sebelumnya menembus angka Rp. 55.000 per/ember, namun saat ini harga dipasar hanya berkisar Rp. 9.000 per Kilogram.

“Waktu panen pertama harga Tomat masih 55.000 untuk 1 ember, saya untuk sampai belasan juta, saat ini memasuki panen keempat harga hanya di kisaran 9.000 per kilo. Tomat impor yang marak ada dipasar mengacaukan harga Tomat,” ujarnya.

Lebih lanjut Manto mengungkapkan jika pada musim tanam sebelumnya, pada kurun waktu bulan Maret hingga April harga Tomat bisa mencapai Rp. 80.000 per ember.

Baca Juga :  Tersangka Kasus Pembunuhan Di Pasar Oesao Diserahkan Ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang

Berita Terkait

Aspal Pertama Setelah 45 Tahun: Kisah Haru Warga Dusun 5 Nunsaen dan Jejak Anis Mase
Sinergi 3 Pilar Terjalin, Warga Desa Nunsaen Gelar Perbaikan Jalan Trans Fatuleu
Jasa Raharja Perkuat Sinergi Tim Pembina Samsat NTT guna Optimalkan PAD dan Layanan Publik
Jasa Raharja Rampungkan Penyerahan Santunan bagi 16 Korban Meninggal Dunia Kecelakaan KRL Bekasi
Tingkatkan Kepatuhan Pajak, Operasi Gabungan Digelar di Simpang Wailolu Sumba Tengah
Pemerintah Desa Tesabela Salurkan BLT Dana Desa Tahap Pertama Tahun 2026 kepada 15 KPM
Warga Tesabela Hibahkan Lahan 750M2 untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
Pemangku Kepentingan TTU Matangkan Rencana Penerapan Pergub 13 untuk Optimalisasi Pajak Kendaraan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:31 WITA

Aspal Pertama Setelah 45 Tahun: Kisah Haru Warga Dusun 5 Nunsaen dan Jejak Anis Mase

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:21 WITA

Sinergi 3 Pilar Terjalin, Warga Desa Nunsaen Gelar Perbaikan Jalan Trans Fatuleu

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:58 WITA

Jasa Raharja Perkuat Sinergi Tim Pembina Samsat NTT guna Optimalkan PAD dan Layanan Publik

Kamis, 30 April 2026 - 17:24 WITA

Jasa Raharja Rampungkan Penyerahan Santunan bagi 16 Korban Meninggal Dunia Kecelakaan KRL Bekasi

Kamis, 30 April 2026 - 11:35 WITA

Pemerintah Desa Tesabela Salurkan BLT Dana Desa Tahap Pertama Tahun 2026 kepada 15 KPM

Kamis, 30 April 2026 - 11:16 WITA

Warga Tesabela Hibahkan Lahan 750M2 untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih

Rabu, 29 April 2026 - 10:43 WITA

Pemangku Kepentingan TTU Matangkan Rencana Penerapan Pergub 13 untuk Optimalisasi Pajak Kendaraan

Rabu, 29 April 2026 - 07:48 WITA

Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban Kecelakaan Kereta Bekasi dalam Waktu Kurang dari 24 Jam

Berita Terbaru