Terduga Pelaku Penganiayaan Maut di Oebelo Melahirkan di Sel, Bayi Jalani Perawatan di Ruang NICU

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 16:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 1 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Kupang, ATN Sebuah kejadian memilukan datang dari kasus penganiayaan berujung maut yang mengguncang Desa Oebelo. DT(31), wanita yang menjadi terduga pelaku penganiayaan terhadap suaminya sendiri, YT(41), dikabarkan telah melahirkan saat masih berada dalam masa penahanan.

Kabar ini dikonfirmasi oleh salah satu tetangga korban yang menyebutkan bahwa DT telah melahirkan seorang bayi perempuan. Namun, kondisi sang bayi saat ini dilaporkan cukup memprihatinkan.

Kondisi Bayi di Ruang NICU

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak RSUD Naibonat melalui salah satu petugasnya kepada AtlasNews , Senin (04/05) siang mengonfirmasi proses persalinan tersebut. Bayi perempuan yang dilahirkan DT hanya memiliki berat badan sebesar 1,6 kilogram, jauh di bawah berat normal.

“Bayinya harus segera mendapatkan penanganan intensif di ruang NICU karena beratnya yang sangat rendah. Untuk ibu dari bayi sedang dalam perawatan dalam ruangan lain di RSUD Naibonat,” ujar salah satu sumber di RSUD Naibonat.

Kendala Administrasi dan Domisili

Di tengah kondisi bayi yang kritis, muncul persoalan baru terkait pembiayaan dan administrasi kependudukan (Adminduk). Hingga saat ini, DT diketahui masih mengantongi KTP asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan belum terdaftar sebagai penduduk tetap di Desa Oebelo, Kabupaten Kupang.

Ketidaklengkapan data administrasi ini menyulitkan proses pengurusan bantuan kesehatan atau BPJS bagi sang bayi, sementara biaya perawatan di ruang NICU tergolong sangat tinggi bagi warga umum.

Baca Juga :  Polres Kupang Menggelar Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Berujung Kematian di Desa Oebelo

Berita Terkait

Warga Oebelo Terkejut: Tetangga Ungkap Keseharian Korban dan Pelaku Kasus Tragis di RT 22
Tragis! Istri Aniaya Suami Hingga Tewas di Kupang Tengah, Pelaku Sempat Berdalih Korban ‘Banting Diri’
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Di Desa Poto Digelar Polres Kupang
Suami Istri Cekcok Di Amarasi Barat, Anak Jadi Korban
Ketahuan Saat Mencuri HP, 1 Pemuda Kabupaten Kupang Dihajar Massa
6 Tahun Buron, Pelaku Penganiayaan Anggota TNI-AD Berhasil Ditangkap Satreskrim Polres Kupang
Aparat Polres Kupang Berhasil Ringkus DN, Usai Bacok Lazarus Bell Hingga Tewas
Tim Resmob Satreskrim Polres Kupang Berhasil Bekuk Pelaku Pembunuhan Bastian Sakol

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:23 WITA

Jasa Raharja dan FKLLJ Rote Ndao Perkuat Sinergi, Fokus pada Kecepatan Penanganan Kecelakaan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:26 WITA

Hardiknas 2026: Absalom Buy Dorong Pemerintah Benahi Sarpras dan Kesejahteraan Guru Honorer

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:31 WITA

Aspal Pertama Setelah 45 Tahun: Kisah Haru Warga Dusun 5 Nunsaen dan Jejak Anis Mase

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:21 WITA

Sinergi 3 Pilar Terjalin, Warga Desa Nunsaen Gelar Perbaikan Jalan Trans Fatuleu

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:58 WITA

Jasa Raharja Perkuat Sinergi Tim Pembina Samsat NTT guna Optimalkan PAD dan Layanan Publik

Kamis, 30 April 2026 - 17:24 WITA

Jasa Raharja Rampungkan Penyerahan Santunan bagi 16 Korban Meninggal Dunia Kecelakaan KRL Bekasi

Kamis, 30 April 2026 - 17:18 WITA

Tingkatkan Kepatuhan Pajak, Operasi Gabungan Digelar di Simpang Wailolu Sumba Tengah

Kamis, 30 April 2026 - 11:35 WITA

Pemerintah Desa Tesabela Salurkan BLT Dana Desa Tahap Pertama Tahun 2026 kepada 15 KPM

Berita Terbaru