Akui MBG Ada Kekurangan, 3000 Dapur Ditutup. Presiden Prabowo Minta Semua Pihak Awasi.!!!

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 1 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Presiden Prabowo Subianto dalam pidato perdana pada Rapat Paripurna DPR ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

Foto: Presiden Prabowo Subianto dalam pidato perdana pada Rapat Paripurna DPR ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

Kupang, ATN Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut disampaikan Presiden dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/05/2026).

Dalam paparannya, Presiden Prabowo menyoroti capaian program MBG yang saat ini telah dinikmati oleh lebih dari 62,4 juta penerima manfaat setiap harinya. Jumlah tersebut mencakup 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, serta 868.000 ibu hamil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden Prabowo menyampaikan rencana perluasan program MBG kepada 500.000 lansia yang hidup sebatang kara dan membutuhkan bantuan tersebut.

Langkah ini dilakukan sebagai implementasi perintah konstitusi, yakni Pasal 33 dan 34 UUD 1945, yang menyatakan bahwa fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara.

Presiden Prabowo mengakui bahwa pengelolaan MBG masih memiliki berbagai kekurangan, yang terbukti dengan ditutupnya 3.000 dapur MBG saat ini.

Baca Juga :  Politisi Gerindra Dorong Ketahanan Pangan 2025 Lewat Optimalisasi Lahan Tidur dan Sistem irigasi

Berita Terkait

Mengenal Kleptomania: Gangguan Kontrol Impuls yang Bukan Sekadar Aksi Kriminal
Bupati Kupang Bersikap Tegas: SPPG Tablolong Terancam Ditutup Buntut Keracunan Makanan
Memperkuat Sinergi, Bupati Kupang Dorong Peran Strategis Lembaga Adat dalam Pembangunan Desa
Musdes Penetapan APBDes 2026 Desa Sumlili Resmi Digelar, Tekankan Transparansi dan Kedisiplinan
Rakor Samsat 2026: Jasa Raharja dan Pemprov NTT Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
Transformasi Pertanian di Kupang: Tradisional Menuju Modernisasi. Dari Era Manual Ke Era Combine
Tepis Isu Bisnis, Sesama Pengelola Combine Harvester Berikan Klarifikasi
Penyebab Keracunan Siswa SDN Onitua Belum Terungkap, Dinkes Kupang: Tunggu Hasil Lab

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:28 WITA

Akui MBG Ada Kekurangan, 3000 Dapur Ditutup. Presiden Prabowo Minta Semua Pihak Awasi.!!!

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:30 WITA

Mengenal Kleptomania: Gangguan Kontrol Impuls yang Bukan Sekadar Aksi Kriminal

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:59 WITA

Bupati Kupang Bersikap Tegas: SPPG Tablolong Terancam Ditutup Buntut Keracunan Makanan

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:22 WITA

Memperkuat Sinergi, Bupati Kupang Dorong Peran Strategis Lembaga Adat dalam Pembangunan Desa

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:22 WITA

Musdes Penetapan APBDes 2026 Desa Sumlili Resmi Digelar, Tekankan Transparansi dan Kedisiplinan

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:38 WITA

Transformasi Pertanian di Kupang: Tradisional Menuju Modernisasi. Dari Era Manual Ke Era Combine

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:29 WITA

Tepis Isu Bisnis, Sesama Pengelola Combine Harvester Berikan Klarifikasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:16 WITA

Penyebab Keracunan Siswa SDN Onitua Belum Terungkap, Dinkes Kupang: Tunggu Hasil Lab

Berita Terbaru