“Begitu anak anak dorong pintu, mereka kaget ada bercak merah di lantai, mereka lalu sampaikan kepada saya. Saat bersama guru lainnya untuk cek ternyata itu bercak darah”, ujarnya.

Setelah melihat kondisi ruang kelas, Sepriana pun memutuskan untuk melaporkan kejadia tersebut kepada petugas piket Polsek Oemofa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya perintahkan salah satu guru untuk laporkan ke polsek, kemudian tempat kejadian saya kunci sambil menunggu petugas polisi datang. Ini ranah mereka untuk lakukan penyelidikan”, terangnya.
Ia menambahkan, dengan kejadian tersebut telah mengganggu proses belajar mengajar di sekolahnya.
“Untuk amankan lokasi kejadian, saya terpaksa pulangkan seluruh siswa dan proses belajar mengajar hari ini kami tiadakan”, ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Sepriana menduga bercak darah tersebut merupakan darah korban pencabulan atau pemerkosaan.
Namun dirinya tidak mau berspekulasi dan mempercayakan setiap tahapan pemeriksaan kepada aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Oemofa.
Ia juga menghimbau para orang tua agar segera melaporkan kepada pihak berwajib jika didapati hal hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak anak.
“Kondisi sekarang sedang ramai karna ada pentas budaya di kantor camat. Banyak anak anak yang datang dan sampai larut malam baru pulang. Orang tua harus aktif awasi anak anak agar tidak terjadi hal yang tidak diketahui terjadi pada anak kita”, ungkapnya.
Pantauan media ini, mendapat laporan tersebut anggota Polsek Oemofa langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengamankan barang bukti berupa paku dan tisu bekas noda darah.

Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















