“Kami akan bersama membimbing petani muda di desa Besmarak selama 1 tahun dan akan menjadikan desa ini sebagai percontohan dalam bidang pertanian terpadu, ini juga akan menjadi langkah awal di Kabupaten Kupang yang akan menarik minat pemuda di Kabupaten Kupang menjadi petani. Kalau tidak ada petani maka tidak ada makanan, dimulai dari Besmarak hari ini kami akan menuju langkah mulia ini”, jelasnya.
Program Tandurasa ungkap Janu Muhammad telah berdiri dan lahir pertama kali di Jogja tepatnya di kota Sleman dan untuk penerapan di Besmarak ini telah terintegrasi dengan kearifan lokal.
Tandurasa ini juga selaras dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yakni swasembada pangan sehingga pertanian terpadu di akan jadi prioritas utama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sesuai arahan Menteri Pertanian dan cita cita Presiden kita akan wujudkan. Dimulai dari Kabupaten Kupang akan menjadi Pilot Project dalam mengejar target swasembada pangan. Dan kami juga akan memajukan sektor pertanian dari hulu hingga hilir dalam bidang pemasaran manual hingga online . Kami akan dampingi para petani di sini bersama dengan mitra kami”, ujarnya.
Untuk diketahui, luas lahan yang digunakan untuk pelatihan pertanian terpadu mencakup lahan seluas 1,2 hektare dengan melibatkan sebanyak 20 orang petani muda.
Lebih lanjut Janu Muhammad mengungkapkan jika Tandurasa akan terus membuka peluang untuk menerapkan program tersebut ke daerah lain di Indonesia termasuk di NTT.
“Kami sudah buatkan Roadmap untuk buka cabang di daerah lain, di NTT akan jadi fokus Ekspansi program dari jawa karna kami tidak berpikir Jawa Centris saja tetapi ada kalimantan, sulawesi, dan daerah lain yang sudah menunggu kehadiran kami, namun saat ini kami fokus di desa Besmarak”, terangnya.
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















