Keluarga Korban Minta Polres Kupang Segera Tangkap Terduga Pelaku Kasus Pengeroyokan Di Desa Tanah Merah

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Januari 2024 - 01:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 1,374 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oelamasi, AtlasNews.ID – Kasus pengeroyokan di desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, yang terjadi pada pekan lalu, kamis(11/01/2024)petang, yang mengakibatkan Sakeos Boru(31) mengalami luka robek dibagian tangan akibat dibacok menggunakan sebilah parang oleh salah satu terduga pelaku. Keluarga korban minta Polres Kupang segera menangkap terduga pelaku.

Desakan agar Polres Kupang segera menangkap terduga pelaku diungkapkan oleh kakak kandung korban, Yufri Melkianus Boru(35) usai ditemui awak media, rabu(17/01/2024)malam, dirumahnya.

Kasus pengeroyokan tersebut secara resmi telah dilaporkan Yufri Melkianus Boru ke Polres Kupang, kamis(11/01/2024)malam, dengan nomor laporan: STPL/B/11/I/2024/SPKT/Polres Kupang/Polda NTT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluarga Korban Minta Polres Kupang Segera Tangkap Terduga Pelaku Kasus Pengeroyokan Di Desa Tanah Merah
Foto: Surat tanda penerimaan laporan.

Melki Boru ditemani adiknya Sakeos Boru selaku korban pengeroyokan secara singkat menceritakan kronologi kejadian kepada awak media.

Dijelaskannya, peristiwa pengeroyokan tersebut bermula ketika sekelompok anak muda bermain bola bersama dilapangan sekitar kompleks resetlemen 40 tanah merah.

Ketika itu, terjadi perselisihan antara salah satu pemuda dan terduga pelaku, Alex Cs yang sama sama bermain bola, dan kemudian berujung pada pemukulan yang mengakibatkan salah satu korban, Mikael Fallo mengalami luka robek dikepala akibat dipukul menggunakan batu.

Kemudian Mikael Fallo berinisiatif kembali ke rumahnya yang tidak jauh dari tempat kejadian perkara untuk melaporkan hal tersebut kepada orangtuanya.

Mendengar peristiwa pengeroyokan itu terjadi, Sakeos Boru yang saat itu berada didekat rumah Mikhael Fallo bersama beberapa pemuda menghampiri tempat kejadian perkara.

Keluarga Korban Minta Polres Kupang Segera Tangkap Terduga Pelaku Kasus Pengeroyokan Di Desa Tanah Merah
Foto: Kondisi Mikhael Fallo, salah satu korban pengeroyokan.

“Saat itu saya melihat kepala(dahi) Mikhael berdarah akibat dipukul menggunakan batu oleh terduga pelaku, saya memutuskan untuk pergi ke lokasi kejadian. Niat saya kesana hanya mau tanyakan, kenapa sampai terjadi pengeroyokan,” jelas Sakeos Boru.

Setelah tiba dilokasi kejadian, Sakeos Boru dan beberapa pemuda telah ditunggu oleh terduga pelaku, Alex Cs sambil memegang sebilah parang.

Seketika Sakeos Boru dipukul dibagian belakang oleh salah satu terduga pelaku berinisial B dibagian punggung belakang hingga tersungkur.

Saat jatuh, Alex yang saat itu berada di depannya langsung mengayunkan parang kearah leher Sakeos Boru, namun ayunan parang dari Alex ditahan kedua tangannya hingga mengalami luka robek serius.

“Pas saya jatuh karna dipukul dari belakang, Alex langsung membacok saya gunakan parang. Saya refleks untuk tahan dengan kedua tangan saya,” jelasnya.

“Setelah itu saya langsung kembali kerumah, saat diperjalanan pulang saya sempat terjatuh dan kemudian dibantu gotong oleh salah satu keponakan saya untuk dibawa pulang kerumah. Untungnya parang yang digunakan untuk menebas saya mungkin saja tumpul, kalau tajam mungkin saja saya sudah mati,” tambahnya.

Baca Juga :  Buntut Temuan BPK RI, Honorer PTT DPRD Kabupaten Kupang Alami Pemotongan Uang Lauk Pauk 3 Bulan

Yufri Melkianus Boru yang melihat keadaan saudaranya kemudian memutuskan untuk melaporkan ke pihak kepolisian.

Menurutnya pihak Polres Kupang terkesan lambat dalam menangani kasus tersebut.

“Kejadian pengeroyokan itu sudah kami laporkan kamis malam. Tapi sampai hari ini terduga pelaku masih bebas berkeliaran. Kemudian pada hari sabtu(13/01/2024)malam, terduga pelaku masih duduk berkumpul disalah satu rumah warga(Armindo Dos Reis) untuk minum miras yang akibatkan situasi genting terjadi,” ungkapnya.

Tindakan provokatif yang dilakukan oleh para terduga pelaku beber Melki Boru sangat meresahkan bagi masyarakat sekitar lokasi kejadian.

Sehingga dirinya mendesak agar Polres Kupang segera menangkap terduga pelaku agar tidak terjadi persoalan baru akibat dari tindakan provokatif yang dilakukan.

Melki Boru juga meminta pihak Penyidik dapat menjerat aktor/otak dari perencanaan kasus pengeroyokan tersebut.

Karena menurut informasi yang berkembang di masyarakat dan pengakuan para saksi beber Melki Boru, sebelum para terduga pelaku melakukan tindakan pengeroyokan, mereka terpantau minum minuman keras bersam di rumah salah satu warga yakni Armindo Dos Reis.

“Sebenarnya bukti sudah jelas, kenapa belum tangkap?. Kejadian hari kamis tapi kami dipanggil untuk ambil keterangan hari minggu pagi. Di desa Noelbaki, sabtu sore ada juga kasus pembacokan kepada dua penagih kredit motor kemudian pada hari senin pelaku sudah ditangkap. Kenapa disini belum? Janji datang foto TKP tapi sampai saat ini juga belum, ada apa?,” ujarnya.

Sementara itu, Bobrinus Dinihard Pah(Bobby Pah) yang merupakan tokoh pemuda desa tanah merah turut berkomentar atas peristiwa pengeroyokan tersebut.

Dirinya mengecam kinerja Polres Kupang yang terkesan lambat dalam menangani kasus, yang kalau tidak cepat akan menimbulkan pokok permasalahan baru di desa tanah merah.

“Saya beri contoh dari pengalaman pribadi saya. Dulu, saat saya lakukan pemukulan kepada orang lain, setelah korban visum dan laporkan ke polisi, saya kemudian segera ditangkap. Surat perintah langsung keluar ketika laporan masuk, lalu saya ditangkap,” jelasnya.

“Tapi khusus untuk kasus yang terjadi sekarang kenapa terduga pelaku belum ditangkap? Bukti permulaan sudah ada, tunggu apa lagi?. Sekarang terduga pelaku masih berkeliaran bebas tanpa beban, kasian korban, saya kecewa dengan kinerja Polres kupang,” tambahnya.

Bobby Pah menghimbau Polres Kupang segera lakukan penangkapan kepada terduga pelaku agar tidak ada upaya menghilangkan barang bukti atau melarikan diri.

Dirinya juga berharap kasus ini segera terungkap agar kepercayaan masyarakat kepada kinerja Polres Kupang tinggi dalam menangani kasus.

Baca Juga :  Salut! Dalam Guyuran Hujan, Kapolres Kupang Pimpin Bakti Sosial Bagikan Takjil

Berita Terkait

Sidak di SPPG Sillu: Bongkar ‘Permainan’ Supplier hingga Dugaan Mal-administrasi.!!!
Diduga Keracunan MBG, Delapan Siswa dan Seorang Guru di Takari Jalani Observasi Medis
SPPG Sillu Belum Kantongi SLHS, Dinkes: Ajukan Visitasi atau Terancam Ditutup Permanen 
Tata Kelola Dapur Amburadul, Pemkab Kupang Akhirnya “Kunci” Operasional. SPPG Sillu Ditutup Sementara.!!
Kondisi IPAL SPPG Sillu Memprihatinkan, Dinkes Kabupaten Kupang Diduga “Cuek”
Sidak Program MBG di SPPG Sillu, Kader Gerindra Temukan Sejumlah Kekurangan
Sidak Dapur MBG Sillu: Pengawasan Lemah.! Diduga Jadi Tempat Miras dan Karaoke
Kejagung Bongkar Gurita Korupsi MBG: Seret Mantan Kepala BGN dan Modus Afiliasi Yayasan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:35 WITA

Sidak di SPPG Sillu: Bongkar ‘Permainan’ Supplier hingga Dugaan Mal-administrasi.!!!

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:17 WITA

Diduga Keracunan MBG, Delapan Siswa dan Seorang Guru di Takari Jalani Observasi Medis

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:50 WITA

SPPG Sillu Belum Kantongi SLHS, Dinkes: Ajukan Visitasi atau Terancam Ditutup Permanen 

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:18 WITA

Tata Kelola Dapur Amburadul, Pemkab Kupang Akhirnya “Kunci” Operasional. SPPG Sillu Ditutup Sementara.!!

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:59 WITA

Kondisi IPAL SPPG Sillu Memprihatinkan, Dinkes Kabupaten Kupang Diduga “Cuek”

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:13 WITA

Sidak Dapur MBG Sillu: Pengawasan Lemah.! Diduga Jadi Tempat Miras dan Karaoke

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:13 WITA

Kejagung Bongkar Gurita Korupsi MBG: Seret Mantan Kepala BGN dan Modus Afiliasi Yayasan

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:54 WITA

Sikap Defensif Pengelola SPPG Sillu Pasca-Sidak: Dugaan Intimidasi Wartawan dan Dalih “Tanggung Jawab Bersama”

Berita Terbaru