“Setelah dicek, pelaku tidak memiliki data Adminduk yang tetap. Sementara bayi tersebut sangat membutuhkan penanganan medis segera,” ujar Marten Halla.
Melihat kondisi darurat tersebut, Pemdes Oebelo langsung berkoordinasi dengan pihak kesehatan dan Dinas Kependudukan. Sebagai langkah awal, Pemdes menerbitkan surat keterangan domisili bagi DT agar proses pengurusan Adminduk dan jaminan kesehatan bayi dapat dipercepat.
“Kami dari pemerintah desa sudah membuatkan surat keterangan domisili sebagai dasar untuk mengurus data Adminduk. Kami berkomunikasi intens dengan pihak kesehatan agar prosesnya cepat karena nyawa bayi ini menjadi prioritas,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hingga berita ini diturunkan, Marten menjelaskan bahwa status keduanya berada di lokasi berbeda sesuai kebutuhan masing-masing:
DT (Pelaku): Saat ini masih dirawat secara intensif sambil menunggu kondisi kembali pulih agar penyelidikan dapat dilanjutkan.
Bayi: Masih menjalani perawatan intensif oleh tim medis di ruang NICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Naibonat karena kondisi berat badan lahir rendah (BBLR).
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















